Pansel KPK Tanya Sumber Dana Jimly School

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jimly Asshidique, selaku Wakil Ketua Tim 9, berjalan keluar usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK, di Jakarta, 3 Februari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Jimly Asshidique, selaku Wakil Ketua Tim 9, berjalan keluar usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK, di Jakarta, 3 Februari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi bertanya ihwal asal-usul dana pendirian Jimly School Law and Government kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidique. Sekolah hukum dan pemerintahan itu berdiri pada 2011.

    "Itu dari dana pribadi dan teman-teman. Sya bilang saya enggak punya apa-apa, saya hanya punya nama. Jadi saya wakafkan nama," ujar Jimly di gedung Sekretariat Negara, Selasa, 25 Agustus 2015.

    Anggota Pansel, Supra Wimbarti, mempertanyakan apakah Jimly pernah mendapat dana dari PT Newmont sesaat setelah putusan MK soal perusahaan itu keluar. Jimly mengaku salah satu proyek yang ia dapat untuk sekolah tersebut berasal dari PT Newmont.

    "Iya, ada proyek-proyek saja. Jadi untuk proyek sekolah. Jadi training-training di daerah. Ya, ada salah satu proyek, tapi sudah selesai dua tahun lalu," katanya.

    Jimly mengaku tak mendapatkan keuntungan khusus dari sekolah itu. Jika diundang untuk memberikan kuliah, ia mendapatkan hak yang sama seperti pengajar lain.

    Jimly School berkonsentrasi pada bidang hukum dan pemerintahan. Lembaga ini menyediakan layanan pelatihan pada institusi yang membutuhkan. Jimly School berlokasi di Sarinah, Thamrin.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.