TNI AU dan Militer Australia Latihan Tempur di Kupang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat KT-1B Wong Bee dari Tim The Jupiters TNI AU bermanuver diatas Lapangan Udara Adisutjipto, Yogyakarta, 31 Maret 2015. Latihan tersebut sebagai persiapan untuk tampil pada peringatan HUT ke-69 TNI AU yang akan digelar pada 9 April 2015 di Jakarta. TEMPO/Pius Erlangga.

    Pesawat KT-1B Wong Bee dari Tim The Jupiters TNI AU bermanuver diatas Lapangan Udara Adisutjipto, Yogyakarta, 31 Maret 2015. Latihan tersebut sebagai persiapan untuk tampil pada peringatan HUT ke-69 TNI AU yang akan digelar pada 9 April 2015 di Jakarta. TEMPO/Pius Erlangga.

    TEMPO.CO, Kupang - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara dan angkatan udara Australia menggelar latihan tempur bersama di Bandar Udara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 25 Agustus 2015.

    "Latihan bersama ini akan digelar mulai hari ini hingga 27 Agustus 2015," kata Komandan Pangkalan Udara El Tari Kolonel Penerbang Andi Wijaya kepada wartawan, Selasa.

    Latihan bersama ini, ucap dia, bertajuk Elang Ausindo 2015. Dalam latihan ini, angkatan udara Australia mengirimkan sembilan pesawat, sementara TNI AU menyiapkan tujuh pesawat tempur. "Total ada 16 pesawat tempur dalam latihan bersama kedua negara," ujarnya.

    Sembilan pesawat yang dikerahkan militer Australia adalah delapan pesawat tempur F-18 Hornets dan satu pesawat C-17 globe master. Sedangkan tujuh pesawat TNI AU ialah 5 pesawat tempur F-16 dari Skadron 3 Iswahyudi, 1 helikopter Superpuma dari Skadron 6 Atang Sanjaya, dan 1 pesawat Hercules c-130A 1327 dari Skadron 31.

    Latihan bersama ini, tutur Andi, merupakan latihan persahabatan untuk saling membagi teknik manuver dalam meningkatkan kemampuan tempur personel di udara. Selain itu, latihan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan personel TNI AU untuk mempertahankan NKRI.

    Andi berharap latihan bersama akan meningkatkan hubungan baik TNI AU dengan angkatan udara Australia, khususnya yang bertugas di perbatasan NTT-Australia.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.