BPOM Temukan Obat Kuat Pria Berbahaya, Efeknya Mengerikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Roy Alexander Sparringa (tengah) memberikan keterangan dihadapan awak media usai melakukan pemusnahan barang yang diamankan BPOM di Jakarta, 10 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Roy Alexander Sparringa (tengah) memberikan keterangan dihadapan awak media usai melakukan pemusnahan barang yang diamankan BPOM di Jakarta, 10 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan temuan 50 obat tradisional dan suplemen kesehatan bagi pria yang mengandung bahan kimia obat (BKO) dalam jumpa pers, Senin, 24 Agustus 2015, di kantor BPOM.

    “Kami telah menemukan obat tradisional dan suplemen kesehatan bagi pria, teridentifikasi di dalamnya mengandung bahan kimia obat yang didominasi oleh sildenafil dan turunannya,” ujar Kepala BPOM Roy Sparingga.

    Sildenafil sendiri adalah obat keras yang digunakan sesuai petunjuk dokter dan diindikasikan untuk disfungsi ereksi serta hipertensi arteri pulmonal. Jika digunakan secara tidak tepat, bahan kimia obat ini dapat menimbulkan efek seperti kehilangan penglihatan dan pendengaran, stroke, serangan jantung, bahkan kematian.

    Temuan ini berdasarkan hasil pengawasan Badan POM di seluruh Indonesia sejak November 2014 sampai Agustus 2015. Temuan tertinggi ada di daerah Jawa Barat dengan jumlah 12 temuan. Dari 50 obat tradisional dan suplemen kesehatan yang ditemukaan itu, 25 di antaranya merupakan produk asing maupun produk tidak terdaftar (ilegal).

    Sebagai tindak lanjut dari temuan ini, BPOM telah melakukan penarikan dan pemusnahan dari obat tradisional dan suplemen kesehatan itu. Pada 2015 ini, pemusnahan dilakukan terhadap produk senilai Rp 59,8 miliar dan bahan baku senilai Rp 63,5 miliar. Lalu terhadap 25 produk yang telah terdaftar dilakukan pembatalan nomor izin edarnya. Selain itu, BPOM juga melakukan tindakan hukum lain seperti mengajukan ke pengadilan, menutup situs online yang menjual produk berbahaya itu, dan melakukan pengawasan lebih ketat.

    “Pengawasan akan diperketat. Kami akan mencari tahu dari mana obat itu diimpor dan bahan bakunya didapat, apakah dari jalur resmi atau bukan. Kami juga tidak segan-segan menindaklanjuti dengan pihak berwajib,” tambah Roy Sparingga.

    Roy menambahkan, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih waspada dalam mengkonsumsi obat tradisional dan suplemen kesehatan yang beredar di masyarakat.

    DELA FAHRIANA H.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.