Kemarau, Stok Jatiluhur Cukup untuk Kebutuhan Air Bersih DKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat dasar bendungan Waduk Ir. H Djuanda, Jatiluhur, Jawa Barat, Jumat (29/6). Hingga saat ini 62 persen air baku yang diolah oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dari Waduk Jatiluhur mencapai 5.600 hingga 5.800 liter per detik. Suplai air yang diterima dari waduk Jatilihur tersebut masih belum dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan di sebagian wilayah Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengunjung melihat dasar bendungan Waduk Ir. H Djuanda, Jatiluhur, Jawa Barat, Jumat (29/6). Hingga saat ini 62 persen air baku yang diolah oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dari Waduk Jatiluhur mencapai 5.600 hingga 5.800 liter per detik. Suplai air yang diterima dari waduk Jatilihur tersebut masih belum dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan di sebagian wilayah Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Purwakarta - Debit air waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, dinyatakan masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan pasokan air baku PAM Jaya meski dilanda musim kemarau berkepanjangan.

    Direktur Pengelolaan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur Purwakarta Herry M. Sungguh mengatakan tinggi muka air (TMA) waduk masih berada di level 96,04 meter.
    "Jadi stok air waduk masih surplus," katanya kepada Tempo, Senin, 24 Agustus 2015.

    Saat ini gelontoran air dari Waduk Jatiluhur untuk memenuhi kebutuhan air minum warga DKI Jakarta rata-rata 16 meter kubik per detik. Herry mengungkapkan pekan lalu salah satu pengelola air bersih DKI Jakarta, yakni Aetra, telah meminta konfirmasi ihwal kepastian stok dan pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur. "Kami nyatakan sangat aman."

    Herry juga menjamin pasokan air Waduk Jatiluhur aman buat kepentingan air baku PAM Jaya dan kebutuhan industri dan pertanian di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, meskipun musim kemarau masih akan berlangsung sampai akhir Oktober 2015.

    Pada akhir Oktober, sesuai perencanaan TMA waduk serbaguna tersebut masih berada di level 90 meter. Bila musim kemarau berkepanjangan hingga melewati medio Oktober, TMA waduk masih akan berada di kisaran 87,65 meter.

    Jika akhir Oktober sudah mulai turun hujan, kata Herry, secara otomatis kondisi debit air waduk Jatiluhur yang dimanfaatkan buat kepentingan pengairan pertanian, PAM Jaya, industri dan pembangkit listrik interkoneksi Jawa-Bali itu,akan semakin aman.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.