Cemburu, Suami Baru Mantan Istri Ditebas Celurit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.CO, Sampang - Rasa cemburu yang besar diduga telah membuat SI, 40 tahun, gelap mata. Dibantu adiknya, DI, 35 tahun, warga Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, itu nekat membunuh Hari, 40 tahun.

    Korban merupakan suami Rohima, 35 tahun, mantan istri SI. Hari dan Rohima belum genap setahun menikah dan tinggal di Dusun yang sama dengan pelaku yaitu Dusun Lembenah, Desa Tlambah.

    Pembunuhan terjadi Minggu pagi, 23 Agustus 2015, sekitar Pukul 06.00 WIB. Saat itu, Hari tengah duduk santai di langgar rumah istrinya. SI dan DI tiba-tiba datang dan langsung menyerang korban dengan senjata tajam.

    Tanpa perlawanan Hari tewas akibat luka parah pada bagian leher sebelah kanan. Usai menghabisi Hari, kedua pelaku langsung kabur.

    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sampang, Ajun Komisaris Hari Siswo, mengatakan kalau SI berhasil ditangkap kurang dari delapan jam pascapembunuhan. Sementara adiknya, DI, masih dalam pengejaran.

    Menurut Hari, identitas pelaku terungkap berkat keterangan Rohima. "Istri korban yang yakin bahwa pelaku adalah mantan suaminya," katanya.

    Polisi menduga SI nekat membunuh karena tidak terima istrinya menikah lagi. Namun, lanjut Hari, polisi akan mendalami pemeriksaan kepada pelaku untuk mengungkap apakah pembunuhan tersebut direncanakan atau tidak. "Tunggu perkembangan pemeriksaan, kami saat ini fokus mengejar pelaku lainnya," ujar dia.

    Gaffar, satu warga Desa Tlambah, menjelaskan, SI dan Rohima sebenarnya telah berpisah cukup lama. Setelah bercerai, Rohima memutuskan bekerja di Malaysia. "Karena masih cinta, SI menyusul Rohima ke Malaysia, tapi tidak bertemu karena Rohima pulang kampung," katanya.

    Sepulang dari Malaysia itulah, Rohima bertemu Hari dan kemudian menikah. "SI mungkin cemburu mantan istrinya menikah lagi, kemudian terjadilah pembunuhan itu," kata dia.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.