Jemaah Haji Belum Dapat Visa, Ini Penjelasan Menteri Lukman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Haji kloter I asal Makassar membawa barang menuju ruang asrama di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    Calon Haji kloter I asal Makassar membawa barang menuju ruang asrama di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Gresik- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta maaf kepada jemaah haji yang keberangkatannya tertunda akibat ketiadaan visa. Ia memastikan seluruh jemaah haji berangkat ke Tanah Suci, sehingga ia meminta mereka dan keluarganya bersabar.

    “Mohon yakin bahwa ini hanya proses penundaan waktu saja, sama sekali tidak terkait pembatalan keberangkatan. Tentu semua kita berangkatkan,” ujarnya kepada wartawan di sela kunjungan ke Pesantren Qomaruddin Sampurnan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu 23 Agustus 2015.

    Lukman mengungkapkan, pemberlakukan sistem e-hajj oleh pemerintah Arab Saudi tahun ini menyebabkan waktu penerbitan visa lebih lama. “Dengan sistem e-hajj, seluruh data-data jemaah harus berbasis elektronik. Sehingga tidak terelakkan memerlukan waktu lebih lama,” tuturnya.

    Selain itu, penerbitan visa merupakan kewenangan penuh dari pemerintah Arab Saudi. “Ini adalah domain pemerintah Saudi Arabia, jadi bukan sepenuhnya kewenangan kami pemerintah Indonesia.”

    Meski begitu, Lukman menegaskan kepastian keberangkatan semua jemaah haji. Sebab, tertundanya sejumlah jemaah haji berkaitan dengan hal teknis, bukan pembatalan. “Memang ada calon jamaah yang ditunda 1 sampai 2 hari keberangkatannya. Mudah-mudahan mulai hari ke-3 dan ke-4 sudah bisa kembali normal,” ujarnya.

    Untuk itu, Kementerian Agama menyatakan terus intensif menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar dan perwakilan pemerintah Saudi Arabia di penjuru Tanah Air. “Kami juga mengapresisasi karena mereka memberikan perhatian penuh terhadap proses ini. Tapi ini terkait teknis, membutuhkan waktu lebih lama.”

    Ratusan calon jemaah haji kloter pertama di sejumlah daerah belum menerima visa. Akibatnya, mereka harus menunda keberangkatannya ke Tanah Suci yang dijadwalkan sejak Jumat 21 Agustus.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.