Atasi Sengkarut Bangsa, Amien Rais Tawarkan Solusi Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri PAN, Amien Rais, memberikan tausiyah pada Muktamar ke VIII PPP di Jakarta, 30 Oktober 2014. Muktamar ini mengangkat tema

    Pendiri PAN, Amien Rais, memberikan tausiyah pada Muktamar ke VIII PPP di Jakarta, 30 Oktober 2014. Muktamar ini mengangkat tema "Islah Nasional untuk Rakyat". ANTARA/Vitalis Yogi Trisna

    TEMPO.CO, Bandung - Ketua Majelis Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional) Amien Rais menawarkan solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa. Menurut Amien, solusi itu adalah perlunya musyawarah nasional seluruh elemen untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi saat ini.

    "Saya punya resep untuk mengatasi carut marut kondisi nasional yaitu dengan mengadakan musyawarah nasional dengan mengundang seluruh elemen bangsa," katanya di Bandung, Minggu, 23 Agustus 2015.

    Tawaran Amien itu disampaikan saat memberi tausiyah politik pada puncak perayaan HUT ke-17 PAN di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung. Dia menyarankan Presiden Joko Widodo mengundang seluruh pimpinan lembaga negara, pimpinan TNI dan Polri, pimpinan partai politik, intelektual, dan lembaga swadaya masyarakat yang berjiwa merah-putih, untuk hadir dalam musyawarah nasional itu.

    Menurutnya, dalam acara itu seluruh elemen harus duduk bersama membicarakan dan mencari jalan keluar kondisi saat ini. "Dahulu Uni Soviet bangkrut dan bubar karena telat mengambil sikap, kita tidak boleh lelet menghadapi kondisi saat ini. Kalau kita telat ambil sikap, maka Indonesia akan menjadi sejarah," ujarnya.

    Amien menjelaskan, ada dua bangunan penting bangsa Indonesia yang harus tetap dijaga, yaitu ekonomi dan politik. Semua pihak sepakat bahwa saat ini bangunan ekonomi Indonesia sedang goyah, ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS dan ancaman pemutusan hubungan kerja di berbagai perusahaan.

    "Apabila ekonomi goyah lalu diikuti sektor politik, maka masa depan Indonesia suram. Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi," kata mantan Ketua MPR itu. Dia mencontohkan Uni Soviet dan Yugoslavia yang bubar karena ketika terjadi krisis ekonomi, sekaligus disintegrasi bangsa.

    Dia berharap Negara Kesatuan Republik Indonesia lebih kuat dalam menghadapi kondisi saat ini dan integritas nasional harus kuat. "Kita lihat disintegrasi dan kebangkrutan di Uni Soviet dan Yugoslavia. Saya harap NKRI lebih kuat dalam menghadapi kondisi saat ini," ujarnya.

    Sejarah membuktikan, menurut Amien, apabila sebuah negara lemah dan terpecah belah maka akan mengundang intervensi kepentingan yang lebih kuat untuk masuk. Sedangkan ekonomi goyang tapi politik kuat, maka dirinya optimistis Indonesia akan bangkit dan disintegrasi tidak terjadi. "Namun kalau ekonomi collaps dan diikuti politik maka 'iblis-iblis' akan membisikkan (kepada daerah) mengapa tidak merdeka."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.