Wapres JK Punya Peran Khusus di Masjid Raya Sumbar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan umat muslim melaksanakan Shalat Ied di Masjid Raya, Padang, Sumatera Barat, Kamis (08/08). TEMPO/Dasril Roszandi

    Ribuan umat muslim melaksanakan Shalat Ied di Masjid Raya, Padang, Sumatera Barat, Kamis (08/08). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan kunjungan daerah ke Padang, Sumatera Barat, hari ini, 24 Agustus 2015. Salah satu yang menjadi tujuannya adalah Masjid Raya Sumatera Barat. Masjid terbesar di ranah Minang tersebut punya kaitan erat dengan Jusuf Kalla.

    Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia ‎Sumatera Barat Yulius Said mengatakan pembangunan masjid raya tak lepas dari permintaan Kalla saat masih menjabat sebagai wakil presiden di periode pertamanya. "Jadi dulu ceritanya pas Pak JK masih mendampingi Pak SBY, beliau berkunjung ke sini," kata Yulius dalam sambutannya di Masjid Raya Sumatera Barat, Ahad, 23 Agustus 2015. 

    Yulius menceritakan saat‎ itu bertepatan dengan hari Jumat. Gubernur Sumatera Barat saat itu, Gamawan Fauzi, kata Yulius, kesulitan mencari masjid untuk salat Jumat bagi rombongan Kalla. Akhirnya, Kalla dan rombongan menjalankan salat Jumat di sebuah masjid dengan kapasitas yang tak terlalu besar. 

    Seusai salat Jumat, Kalla meminta kepada Gamawan untuk membangun sebuah masjid raya, sekaligus sebagai landmark Kota Padang. "Saya di Makassar saja bisa membangun tiga masjid besar, masa Padang yang terkenal dengan budaya keagamaannya tak bisa," kata Yulius menirukan ucapan Kalla saat itu. 

    Dari permintaan Kalla itulah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kemudian menginisiasi dibangunnya Masjid Raya Sumatera Barat. Sejak peletakan batu pertama tahun 2007, masjid berkapasitas 6.000 jemaah tersebut sudah menghabiskan dana sebesar Rp 200 miliar. Keseluruhan dana diambil dari kas daerah. 

    Yulius memperkirakan, untuk merampungkan pembangunan masjid diperlukan dana sekitar Rp 175 miliar lagi. Adapun tiap tahun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sumatera Barat hanya menyediakan Rp 15 miliar. "Kalau tak ada tambahan dana berarti masih butuh waktu 12 tahun lagi baru selesai," kata dia. Yulius berharap Kalla yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia bisa mencarikan solusi. 

    Setelah dari Masjid Raya, Kalla direncanakan melakukan peninjauan dan penanaman pohon di pabrik PT Semen Padang sekaligus makan siang di perusahaan semen pelat merah tersebut. 

    Kunjungan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian acaranya di Padang. Pukul 15.00, Kalla dan rombongan dijadwalkan sudah berada di Bandara Minangkabau, Padang, untuk kembali ke Jakarta. ‎‎

    Ikut dalam rombongan antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi. Di Padang, Kalla juga disambut oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan. 

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.