Mendadak, Jokowi Tinjau Pasar Tertua Pontianak yang Terbakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengambil gambar presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo dalam Karnaval Khatulistiwa, di Pontianak, 22 Agustus 2015. TEMPO/Subekti.

    Warga mengambil gambar presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo dalam Karnaval Khatulistiwa, di Pontianak, 22 Agustus 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Pontianak - Presiden Joko Widodo menyempatkan diri meninjau kawasan Pasar Tengah, pasar tertua di Kota Pontianak, saat berkunjung ke Kalimantan Barat, Ahad, 23 Agustus 2015. Pasar Tengah terbakar pada Jumat malam lalu.

    "Nanti akan ditotal jumlah kerugiannya. Pendanaan untuk perbaikan akan ditanggung separuh-separuh dari pusat dan daerah," ujar Jokowi, di tengah puing-puing pasar.

    Jokowi menegaskan, pembangunan kembali kawasan Pasar Tengah harus mengacu kepada konsep awal pasar tersebut. Karena merupakan pasar tradisional, konsep tradisional akan dipertahankan saat pembangunan.

    Kedatangan Jokowi ke kawasan pasar mendapat atensi dari masyarakat sekitar, terutama para pemilik kios yang terbakar. Kedatangan Jokowi untuk meninjau pasar, sebenarnya tidak ada dalam jadwal kegiatan. Kebakaran terjadi, tepat di saat kedatangan Jokowi ke Kota Pontianak untuk mengikuti Karnaval Khatulistiwa.

    Kebakaran di Pasar Tengah terjadi cukup besar. Akibatnya, si jago merah nyaris menghabiskan kawasan tersebut. Selama sembilan jam, api belum bisa dipadamkan. Pagi harinya, saat berlangsungnya kegiatan Karnaval Khatulistiwa, api kembali membesar. Namun segera dapat diatasi.

    Belum diketahui berapa jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut. Namun ratusan ruko hangus terbakar. Pedagang di ruko-ruko tersebut, sudah berjualan sejak Pasar Tengah tersebut dibangun.

    Pada Sabtu lalu, Jokowi hadir di acara Karnaval Khatulistiwa di Pontianak. Sehari sebelumnya, Jokowi menggelar salat Jumat di Pontianak.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.