Ratusan Programmer Bersaing Bikin Aplikasi Pemantau Harga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pedagang daging sapi di Banten melakukan unjuk rasa ke DPRD Banten untuk menuntut harga sapi turun. TEMPO/Darma Wijaya

    Puluhan pedagang daging sapi di Banten melakukan unjuk rasa ke DPRD Banten untuk menuntut harga sapi turun. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan pembuat program (programmer) dari seluruh Indonesia berlomba menciptakan sebuah aplikasi yang dapat memantau harga daging, beras, dan gula mulai dari tingkat petani hingga konsumen. Para pembuat program mengikuti kompetisi pembuatan aplikasi pemantau harga yang difasilitasi Kantor Staf Presiden.

    Total ada 460 pembuat program yang terlibat dalam kompetisi ini. Para pembuat program berasal dari Jabodetabek dan Sumatera. Ratusan pembuat program itu akan dieliminasi menjadi 60 tim, satu tim terdiri dari empat orang. Dari 60 tim akan dipilih tiga tim dengan aplikasi terbaik.

    Arnold, salah seorang pembuat program, mengaku tertarik mengikuti kompetisi itu karena ingin menciptakan sebuah aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. "Tertarik dengan tantangannya. Masih muda, jangan hanya mencari jabatan, tapi mencari sesuatu yang ada dampak langsungnya pada masyarakat," kata Arnold di Gedung Krida Bakti, Kompleks Istana Negara, Sabtu, 22 Agustus 2015.

    Pimpinan Code4Nation yang bekerja sama dengan Kantor Staf Presiden sebagai penyelenggara, Ainun Najib, mengatakan animo pembuat program muda Indonesia sangat besar untuk terlibat langsung dalam menciptakan solusi bagi masalah bangsa. "Sangat tinggi sekali animonya. Kebetulan, masalah kelangkaan daging juga sedang terjadi," kata Ainun.

    Aplikasi ini nantinya bisa diakses luas oleh masyarakat. Saat sudah mulai beroperasi, masyarakat yang ingin melapor mengenai harga bisa langsung melapor melalui aplikasi yang diunduh di telepon seluler. Masyarakat dan pejabat pemerintah yang ingin memantau pergerakan harga bisa langsung mendapatkan informasi melalui situs yang nanti akan diluncurkan.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.