Hadiri Pengukuhan Soekarwo di Unair, Risma Jadi Perhatian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Soekarwo (tengah) dan  Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini (kanan) bersama Menteri Kehutanan  Zulkifli Hasan (kiri) saat melakukan pertemuan  di kantor kementrian kehutanan di Jakarta, Selasa (21/1). Dalam pertemuan tersebut membicarakan tentang Kebun binatang Surabaya (KBS) sehubungan dengan janggalnya pengelolaan hingga mengakibatkan ratusan satwa mati. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo (tengah) dan Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini (kanan) bersama Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (kiri) saat melakukan pertemuan di kantor kementrian kehutanan di Jakarta, Selasa (21/1). Dalam pertemuan tersebut membicarakan tentang Kebun binatang Surabaya (KBS) sehubungan dengan janggalnya pengelolaan hingga mengakibatkan ratusan satwa mati. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri pengukuhan gelar doktor honoris causa bidang ilmu ekonomi oleh Universitas Airlangga (Unair) kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Sabtu, 22 Agustus 2015. Risma datang sebagai undangan.

    Kedatangan Risma menarik perhatian hadirin karena hubungan kedua pemimpin itu disebut-sebut sering tidak akur. Apalagi belakangan Soekarwo mendukung pasangan Rasiyo-Dhimam Abror, pesaing Risma dalam pemilihan kepala daerah Kota Surabaya. "Ibu Risma memang diundang bersama beberapa bupati dan wali kota seperti Madiun, Ponorogo, dan Mojokerto," kata juru bicara Unair, Bagus Ani Putra.

    Saat memberikan sambutan, Rektor Unair M. Nasih menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Risma. "Terima kasih Wali Kota Surabaya Bu Risma yang sudah hadir," ujar Nasih yang langsung disambut tepuk tangan seluruh tamu undangan yang hadir.

    Setelah acara Risma mengatakan sudah sepantasnya Unair memberikan penghargaan kepada Soekarwo. "Selamat. Karena Pak Gubernur Soekarwo kan memang alumni Unair," ujar dia.

    Risma memuji pidato Soekarwo dalam pengukuhan gelar yang menyinggung tentang pentingnya sinkronisasi antara lembaga eksekutif dan legislatif. Menurut Risma, apa yang disampaikan Soekarwo memang benar. "Ya betul itu, kalau tidak sinkron kan tidak mungkin jalan," ujar dia.

    Risma berpendapat setiap keputusan yang diambil untuk pengembangan suatu daerah idealnya merupakan keputusan bersama antara legislatif dan eksekutif. Sebab sudah menjadi kewajiban legislatif dan eksekutif mengambil keputusan untuk kesejahteraan masyarakat.

    Selain Risma dan beberapa kepala daerah di Jawa Timur, acara tersebut juga dihadiri oleh bekas Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Chairul Tanjung, dan bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.