Pemenang Kuis Tolak Hadiah Sepeda dari Presiden Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar kepada sejumlah pelajar di Jatinegara, Jakarta Timur, 13 Mei 2015. Jokowi berharap masyarakat dapat menggunakan kartu KIS, KIP dan KKS untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan serta pendidikan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar kepada sejumlah pelajar di Jatinegara, Jakarta Timur, 13 Mei 2015. Jokowi berharap masyarakat dapat menggunakan kartu KIS, KIP dan KKS untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan serta pendidikan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Pontianak - Seorang siswa sekolah dasar bernama Ivan, yang memenangi hadiah kuis dari Presiden Joko Widodo, menolak mentah-mentah hadiah yang diberikan kepadanya. Ivan mengaku emoh dengan sepeda berwarna pink karena identik dengan warna perempuan.

    "Lho, dikasih hadiah sepeda kok enggak mau? Dibilang sepeda bencong. Masak gara-gara sepeda cewek dibilang sepeda bencong," ujar Jokowi sambil terkekeh, di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 22 Agustus 2015.

    Simak berita ini:

    Wah, Artis Amel Alvi Mencak-mencak Saat Digerebek BNN

    Kontan saja hal ini mengundang tawa warga yang hadir dalam kegiatan pembagian kartu program perlindungan sosial tersebut.

    Jokowi tak marah dengan penolakan bocah SD itu. Bahkan dia mengganti sepeda pink itu dengan sepeda gunung. “Itu bentuk ketegasan dari seorang anak,” ujarnya seraya masih menahan tawa.

    Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyediakan lima sepeda sebagai hadiah bagi yang menjawab pertanyaan darinya. Kuis berhadiah tersebut merupakan salah satu cara Presiden untuk mengukur pengetahuan masyarakat mengenai program-program pemerintah.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.