Temuan Unik, Durian Ajaib Ini Bisa Ditanam di Apartemen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bibit durian yang bisa ditanam di pot. Tempo/Ika Ningtyas

    Bibit durian yang bisa ditanam di pot. Tempo/Ika Ningtyas

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Pemilik apartemen atau rumah susun kini dapat menanam pohon durian yang bibitnya dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi.

    "Pohon durian dalam pot ini bisa berbuah dalam 4-5 tahun, lebih cepat dibandingkan pohon durian di alam yang panen dalam 7 tahun," kata Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Eko Mulyanto kepada wartawan, Jumat, 21 Agustus 2015.

    Menurut Eko, pemilik apartemen dapat menanam pohon yang tinggi maksimalnya 1,5 meter.  Sinar matahari, katanya, bisa digantikan dengan memberi cahaya lampu berwarna merah dan ungu, dengan perbandingan 70:30.

    Eko menjelaskan satu pohon hanya bisa menghasilkan dua-empat buah durian, tergantung dengan kelebatan daun. Setiap satu buah durian seberat dua kilogram, idealnya memiliki 125-155 lembar daun.

    Sejak 2009, Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi telah melakukan uji coba pohon durian yang bisa disebut ajaib ini. Mereka baru memetik keberhasilan pada 2013.

    Awalnya, dari 200 bibit yang ditanam dalam pot, hanya lima pohon yang tetap hidup hingga berbuah. Setelah berhasil, 300 bibit durian merah dalam pot milik Eko kini diburu pembeli. “Jadi, lahan sempit bukan kendala menanam pohon durian merah,” katanya.

    Eko mengembangkan bibit durian merah, dengan tiga batang bawah dari tiga individu berbeda. Sedangkan batang atasnya berasal dari sambung pucuk lima individu berbeda.

    Sehingga buah durian nantinya memiliki warna yang lebih beragam, seperti merah, merah-kuning, ataupun pelangi. “Ibaratnya dalam lahan terbatas, kita punya lima pohon durian sekaligus,” katanya.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.