Pembunuhan Model Baru, Pemuda Lumajang Tewas Dilempar Mercon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Bagus Indahono

    TEMPO/Bagus Indahono

    TEMPO.CO, Lumajang - Teror pembunuhan menggunakan senjata bondet alias mercon bantingan terjadi di Kabupaten Lumajang. Olem, 27 tahun, tewas dengan luka akibat ledakan mercon pada bagian perut sebelah kiri. Pembunuhan menggunakan mercon yang dilempar itu terjadi pada Kamis malam kemarin sekitar pukul 22.00 di Dusun Ponjen, Desa Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

    Peristiwa itu terjadi di jalan area persawahan desa setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, korban sejak sekitar pukul 20.00 tengah mengunjungi rumah kekasihnya, Ira, 25 tahun, warga Desa Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun. Sekitar pukul 21.45, korban meninggalkan rumah Ira menggunakan sepeda motor. Lalu, sekitar pukul 22.00, di area persawahan, korban dilempar bondet oleh orang tak dikenal.

    Sekitar pukul 22.30, Olem yang tergeletak di jalan itu ditemukan warga dan dibawa ke Puskesmas Yosowilangun. Lantaran lukanya cukup parah, ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Haryoto. Namun korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit pemerintah itu. Kasus ini tengah ditangani aparat Kepolisian Sektor Yosowilangun.

    Kepala Polsek Yosowilangun Ajun Komisaris Budi Setiyono saat dihubungi Tempo mengatakan masih menyelidiki kasus ini. Ihwal pembunuhan dilakukan begal atau perampok, Budi belum bisa memastikan. "Masih lidik, belum bisa disimpulkan," ujar Budi. Dia juga mengatakan barang yang dibawa korban tidak ada yang hilang. "Sepeda motor yang dikendarai korban diamankan di kepolisian."

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kasus pelemparan bondet hingga mengakibatkan korban tewas kerap terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Lumajang. Aparat kepolisian Lumajang hingga kini masih kesulitan untuk mengungkapnya.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.