Tiga Jam Terbakar, Gudang Mebel Ludes Dilalap Api  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi kebakaran. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah gudang sekaligus toko mebel Sinar Baru di Pasar Cimindi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, ludes dilalap si jago merah, Jumat, 21 Agustus 2015. Menurut kesaksian warga, api mulai terlihat pada pukul 13.30.

    Kobaran api yang disertai asap hitam membumbung tinggi hingga hampir merembet ke kabel-kabel listrik dan permukiman warga. Api dengan cepat membesar dan membakar hampir seluruh gudang, dikarenakan di dalam gudang tersebut terdapat barang-barang yang mudah terbakar seperti kayu, busa, dan lem.

    "Api hampir merembet ke rumah warga. Kaca depan rumah sudah retak-retak," ujar Muhammad Nuri, 53 tahun, kepada Tempo di lokasi kejadian.

    Sebanyak sepuluh unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat diterjunkan untuk memadamkan kobaran api. Kobaran api mulai bisa dipadamkan sekitar pukul 16.00. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

    Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi Herry Setiawan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui pasti apa penyebab dari kebakaran ini.  "Penyebab kebakaran belum diketahui pasti hingga saat ini," ucapnya disela-sela pemadaman api di lokasi kejadian.

    Ia menjelaskan, pihaknya sedikit mengalami kendala dengan tertutupnya lokasi gudang yang berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk. "Gudang tertutup, awalnya tadi kami kesulitan mendobrak gudang ditambah lagi persediaan air musim kemarau ini, makanya kami meminta bantuan dari daerah tetangga," katanya.

    Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Bandung Ajun Komisaris Besar Deddy Kurniawan mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. "Sebelum kebakaran, ada beberapa karyawan di dalam. Nanti kami mintai keterangan dari mereka," ujar Deddy.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.