Senjata Makan Tuan, Polisi Bubar Terkena Gas Air Mata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan anggota kepolisian membuat barikade saat melakukan latihan pengendalian massa saat simulasi pengamanan pilkada serentak di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 6 Agustus 2015. Simulasi dilaksanakan sebagai persiapan pengamanan pilkada yang akan digelar pada bulan Desember mendatang. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Puluhan anggota kepolisian membuat barikade saat melakukan latihan pengendalian massa saat simulasi pengamanan pilkada serentak di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 6 Agustus 2015. Simulasi dilaksanakan sebagai persiapan pengamanan pilkada yang akan digelar pada bulan Desember mendatang. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Karawang - Ratusan polisi langsung membubarkan diri karena terkena asap gas air mata. Insiden terjadi saat latihan  simulasi pengamanan demo masyarakat jelang pengumuman pilkada 2015 di area parkir Stadion Singaperbangsa, Karawang.

    Saat insiden terjadi, barisan polisi unit pengendalian masyarakat sedang menghadang massa. Di barisan depan, polisi menggunakan tameng dan pentungan untuk menghalau pendemo.

    Insiden bermula ketika senapan gas air mata milik  seorang anggota Dalmas tiba-tiba meledak. Namun bukannya ke arah pendemo, asap malah berbarik ke barisan barikade polisi.

    Saat angin berbalik arah, barisan itu bubar ketika terpapar kepulan asap, semua orang baik polisi dan wartawan kocar-kacir  mencari air minum kemasan untuk cuci muka. Latihan berhenti sejenak, semua anggota sibuk mencuci muka, mereka terdengar mengeluh perih. Asap dari ban yang terbakar memperparah kepulan asap.

    "Untuk tau rasanya gas air mata, kita harus mempersiapkan diri menghadapi kondisi yang sebenarnya, supaya kita terbiasa saat di lapangan," ujar Kepala Polisi Rersor Karawang, Ajun Komisaris Polisi Deddy Hartadi, kepada Tempo, Jumat, 21 Agustus 2015.

    Menurut Daddy, simulasi dilakukan untuk menghadapi kerusuhan saat rekapitulasi rekap suara Pilkada pada 9-23 Desember 2015 nanti.

    "Perkiraan intelegen akan ada aksi masa besar- besaran. Jika pilkada tidak berjalan dengan lancar, kita siapkan langkah antisipasi," kata Daddy.

    Rencananya, latihan simulasi pengamanan ini akan dilakukan setiap hari sampai seminggu sebelum pelaksanaan pilkada. Sebanyak 400 anggota Polres dan Polsek Karawang terlibat dalam latihan itu.

    Menurut Daddy, saat pengumuman pemenang Pilkada Karawang, Polres Karawang akan  melibatkan 850 personil. "Ditambah bko dari polda dengan total 1600an," ujar Daddy.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.