Tiga Jam Operasi Pasar, Ayam di Bandung Ludes Diserbu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. Sejumlah pedagang ayam di daerah Jawa Barat sepakat mogok berdagang beberapa hari setelah harga ayam terus meroket sepanjang Agustus. TEMPO/Prima Mulia

    Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. Sejumlah pedagang ayam di daerah Jawa Barat sepakat mogok berdagang beberapa hari setelah harga ayam terus meroket sepanjang Agustus. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Elly Wasilah mengatakan, dalam kurun waktu tiga jam sebanyak 500 kilogram daging ayam yang dijual di hari pertama operasi pasar di tiga titik di Bandung hampir habis. Oleh karenanya ia menambah stok ayam sebanyak dua ton untuk tiga pasar itu.

    “Alhamdulilah berdasarkan data dari tiga pasar yang menggelar operasi pasar, yaitu di Pasar Sederhana dalam waktu tiga jam sudah 450 kilogram, di pasar Kosambi sudah 400 kilogram, di pasar Astana Anyar sudah 300 kilogram,” katanya kepada Tempo di pasar Kosambi, Bandung, Jumat, 21 Agustus 2015.

    Menurut Elly, operasi pasar yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan Bulog Divisi Regional Jawa Barat merupakan langkah tepat. Sebab permintaan ayam di Bandung sangat tinggi. “Terbukti sekali masyarakat sangat membutuhkan daging ayam, serapannya pun selama beberapa jam sudah cukup tinggi,” ujarnya.

    Sementara itu Kepala Bulog Divre Jawa Barat, Alif Afandi mengatakan, siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama operasi pasar berlangsung. “Berapa pun permintaan pembeli kita akan tambah,” katanya.

    Untuk pasokan ayam sendiri, kata Alif, didapat langsung dari peternak ayam. Kemudian dijual lewat operasi pasar dengan harga Rp 32.000 perkilogramnya. Alif mengatakan, di hari pertama operasi pasar sebanyak 2 ton ayam ditambahkan, karena stok ayam sudah hampir habis menjelang siang hari.

    Seorang pembeli, Mia, 45 tahun, mengaku antusias dengan adanya operasi pasar daging ayam. Ia pun membeli ayam sebanyak 2 kilogram untuk dimasak dirumah. Ia pun merasa senang karena harga yang dijual lebih murah. “Ibu sengaja beli dua kilo, soalnya murah, lumayan Rp 32.000 sekilonya,” katanya di pasar Kosambi.

    Elly mengatakan, rencananya untuk besok Bulog akan menyediakan stok daging ayam sebanyak 8 ton dan akan menambah lokasi operasi pasar. “Untuk pasar yang akan ditambah akan dibahas dengan Dirut PD Pasar Bermartabat, pasar mana saja yang memang potensi konsumennya cukup tinggi,” katanya.

    Lebih lanjut Elly mengatakan, operasi pasar akan berakhir setelah pedagang ayam berjualan kembali. ” Kita sudah sepakat dengan Bulog, jika pedagang akan berjualan, kita stop operasi pasar,” ucapnya.

    ADI PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.