Korupsi Stadion GBLA, Ridwan Kamil Ogah Ikut Campur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembuatan jalan masuk dan akses tol menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api terhenti di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Proyek pembuatan jalan masuk dan akses tol menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api terhenti di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, hasil kajian teknis dari tim ahli yang menyatakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) aman untuk digunakan pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat, tidak jadi diserahkan langsung ke Badan Reserse Kriminal Polri. Tapi kajian tersebut telah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    "Saya memang menitipkan ke provinsi. Sesuai prosedur saja," kata Ridwan Kamil di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat, 21 Agustus 2015.

    Setelah hasil kajian teknis diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil angkat tangan ihwal kelanjutan kasus korupsi pembangunan stadion tersebut. Emil ogah ikut campur lebih dalam. Semua keputusan akan diserahkan kepada Bareskrim dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Terserah provinsi saja mau di forward kemana (hasil kajian teknis). Intinya sudah dikasih dua minggu lalu," ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, Tim penyidik Badan Reserse Kriminal Polri kembali melakukan pengecekan terhadap bangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Kamis, 20 Agustus 2015. Hal tersebut dilakukan untuk melanjutkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek arena olahraga senilai Rp 1,1 triliun itu.

    "Intinya sekarang untuk penuntasan kasus aja. Mengambil sampling-sampling terhadap gedung dan bangunan. Untuk menambah proses penyidikan. Supaya clear semuanya," ujar Kepala penyidik Bareskrim AKBP Rosmaynda kepada wartawan di Stadion GBLA, Kamis, 20 Agustus 2015.

    Kendati demikian, ia belum bisa memberi tahu ihwal hasil penyidikan yang telah dilakukan oleh tim ahli dari Bareskrim. Ia mengatakan, sampling-sampling yang dibawa kembali akan dibawa ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut. "Sampai saat ini belum ada hasil, nanti kami sampaikan," ujar dia.

    Tim penyidik Bareskrim tiba di stadion GBLA sekitar pukul 10.00. Hingga pukul 17.00 rombongan penyidik yang berjumlah lebih dari 15 orang belum juga keluar. Salah satu petugas keamanan stadion mengatakan, rombongan penyidik tersebut melakukan pengecekan ke setiap sudut stadion dan melakukan rapat di sebuah ruangan di dalam stadion.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.