Kejar Jaringan Teroris Poso, Menkopolhukam Koordinasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polisi membawa anggota kelompok teroris Santoso yang tewas saat baku tembak dengan anggota Brimob dan Densus 88 di Desa Sakina Jaya, Parig, Sulawesi Tengah,3 April 2015. Polisi menduga sekitar 10 orang kelompok teroris Santoso terlibat baku tembak dengan aparat. ANTARA /Fiqman Sunandar

    Anggota Polisi membawa anggota kelompok teroris Santoso yang tewas saat baku tembak dengan anggota Brimob dan Densus 88 di Desa Sakina Jaya, Parig, Sulawesi Tengah,3 April 2015. Polisi menduga sekitar 10 orang kelompok teroris Santoso terlibat baku tembak dengan aparat. ANTARA /Fiqman Sunandar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan melakukan rapat koordinasi dengan Kepolisian RI terkait dengan pencarian kelompok Mujahidin pimpinan Santoso di Poso. Luhut mengaku sudah mendapatkan laporan dari Polri soal pergerakan jaringan teroris itu.

    "Poso memang kami sedang kejar. Kemudian dari Kapolri kemarin, saya dilapori mengenai pergerakan mereka," ucap Luhut, di Istana Negara, Jumat, 21 Agustus 2015. "Nanti siang, saya akan ketemu lagi, memadukan antara kegiatan di sana, apa ada kaitannya dengan tempat lain, dan apa juga kaitannya dengan kemarin di Bangkok, Thailand."

    Sebelumnya, Polri mengirimkan tambahan personel Brigade Mobil ke Poso. Tujuannya, memburu jaringan Santoso di Pegunungan Langka, Poso, Sulawesi Tengah.

    Hal itu dilakukan menyusul tewasnya salah satu perwira Polri dalam operasi pengejaran jaringan teroris tersebut. Perwira Polri yang tertembak adalah Iptu Brayen Theophani pada Rabu, 19 Agustus 2015, pukul 14.30 Wita saat melakukan kontak senjata dengan kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso di Poso.

    REZA ADITYA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.