Tragedi Trigana Air, Jenazah Pramugari Dita Teridentifikasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dita Amelia Kurniawan (21), salah satu pramugari yang bertugas di pesawat Trigana Air IL267 yang jatuh pada 16 Agustus 2015. Twitter/@melmeldita

    Dita Amelia Kurniawan (21), salah satu pramugari yang bertugas di pesawat Trigana Air IL267 yang jatuh pada 16 Agustus 2015. Twitter/@melmeldita

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah Dita Amelia Kurniawan, salah seorang dari dua pramugari pesawat Trigana Air jenis ATR42 PK-YRN nomor lambung IL-267 yang jatuh di Pegunungan Bintang, Papua, berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua pada Jumat, 21 Agustus 2015.

    Tim identifikasi Polda Papua juga kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah lainnya, yakni Asirun dan Agustinus Lukas Luanmase.

    Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Brigjen Polisi Arthur Tampi menjelaskan pada hari kedua identifikasi korban ada sepuluh kantong jenazah yang diperiksa. Tujuh di antaranya memerlukan pemeriksaan DNA yang harus dilakukan di laboratorium DNA di Mabes Polri, Jakarta.

    "Ini dilakukan dengan data pembanding," kata Tampi saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura, Papua, Jumat, 21 Agustus 2015.

    Dalam pemeriksaan DNA, kata Tampi, tergantung pada kondisi korban. "Tapi kalau sampel pembanding pasti bagus karena diambil dari keluarga korban, misalnya ada yang dari rongga mulut atau darah dari keluarga korban,” katanya kepada wartawan.

    Saat memberikan keterangan pers, Tampi didampingi Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw, Ketua Komisi V DPR RI Michael Watimena, dan beberapa anggota Komisi V DPR RI. Menurut Tampi, saat ini yang menjadi  persoalan adalah bagaimana mendapatkan sampel dari DNA korban. Sebab, ada beberapa sel DNA yang sulit untuk didapatkan.

    “Kita pahami bersama kondisi korban sudah tak utuh lagi dan ada yang kondisi terbakar. Pengambilan sel DNA membutuhkan profil sel yang hidup. Namun dengan kondisi terbakarnya tubuh manusia, maka akan sulit didapatkan sel DNA itu. Biasanya kami butuhkan waktu tiga-empat minggu untuk masing-masing korban,” ia menjelaskan.

    Sebelumnya, dari 54 kantong jenazah korban kecelakaan Trigana Air, sudah ada empat jenazah yang berhasil diidentifikasi. Jadi dalam dua hari ini sudah ada tujuh korban yang teridentifikasi. Jenazah yang telah teridentifikasi akan diserahkan Polda Papua ke pihak manajemen Trigana Air Service untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing korban.

    Pesawat Trigana Air mengalami kecelakaan di sekitar wilayah Distrik Okbape yang berjarak sekitar 13 mil dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Dugaan sementara, pesawat menabrak Gunung Tangok yang ada disekitar wilayah Distrik Okbape, pada Minggu, 16 Agustus 2015 dalam perjalanan dari Bandara Sentani, Jayapura, ke Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.