Ruang Berkas KPU Ketapang Terbakar, Mungkinkah Sabotase?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pilkada. ANTARA/Saiful Bahri

    Ilustrasi Pilkada. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO , Pontianak - Ruang berkas kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ketapang, Pontianak, Kalimantan Barat, terbakar, Kamis, 20 Agustus 2015. Polisi menduga ada unsur kesengajaan dalam kasus ini.

    "Kami belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran karena terjadi saat subuh. Namun sudah ditangani pihak kepolisian," ujar Ketua KPU Ketapang Ronny Irawan kepada Tempo, Kamis, 20 Agustus 2015.

    KPU Ketapang  tengah menangani masalah proses pencalonan petahana, Henrikus, dan wakilnya, Gusti Kamboja, dalam pemilihan kepala daerah. KPU Ketapang sudah dua kali menolak pencalonan Henrikus-Gusti karena kurangnya dukungan. Kurangnya dukungan itu lantaran Partai Golkar tidak dianggap sebagai partai pengusung.

    Baca:

    Diterima di UGM, Calon Dokter Usia 14 Tahun Minta Kado Aneh
    Tipu 35 Tenaga Honorer, Dokter Ini Divonis 3 Tahun Penjara

    KPU Kabupaten Ketapang beranggapan berkas dukungan tertulis dari kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie dalam satu lembar surat tidak cukup sehingga mesti dihadiri pengurus kedua kubu secara fisik.

    Saat pendaftaran, dukungan Partai Golkar dari kubu Aburizal Bakrie ditandatangani Wakil Ketua Golkar Ketapang Hairani dan Sekretaris Maria Magdalena Lili. Tapi Ketua Partai Golkar Ketapang kubu Aburizal Bakri, yakni Yasir Ansahari, dan Sekretaris Martin Rantan tidak mendatangi KPU Ketapang saat pendaftaran. Maka, KPU Ketapang menolak berkas pendaftaran Hendrikus-Gusti.

    Baca Juga:

    Kim Jong Un Kunjungi Perkebunan Buah-buahan
    Ini Rahasia SPG Cantik di IIMS 2015: Biasa Kerja di Jalanan

    Penolakan dilakukan dua kali, salah satunya setelah keputusan Panwaslu Ketapang agar KPU Ketapang menerima pendaftaran bakal calon Bupati-Wakil Bupati Ketapang. "Tapi sejauh ini tidak ada ancaman langsung maupun tidak langsung kepada kami anggota KPU Ketapang, pasca-putusan yang dikeluarkan," ujar Ronny.

    Untuk itu, Ronny lebih memilih menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Dia tidak ingin berspekulasi terkait dengan dugaan adanya sabotase dalam kebakaran tersebut.

    Berbeda dengan Ronny, Tadi Wahyudin, anggota KPU Ketapang, yang dilansir media, menyatakan kecurigaan adanya unsur kesengajaan dalam kasus kebakaran tersebut. Tadi melihat ada potongan kayu yang seperti disengaja dikumpulkan di kantor KPU.

    "Berdasarkan keterangan penjagaan, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Ada polisi dan petugas satpam yang jaga," ujarnya.

    Jangan Lewatkan:

    Ini Rahasia SPG Cantik di IIMS 2015: Biasa Kerja di Jalanan
    Wah, Gitaris Ayu, 10 Tahun, Bikin Musisi Inggris Terpesona

    Kepolisian Daerah Kalimantan Barat segera menurunkan tim untuk menindaklanjuti kasus kebakaran ini. "Ada indikasi percobaan dibakar. Kita sudah turunkan tim ke Ketapang," kata Kepala Polda Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto.

    Namun Arief meminta semua pihak menjaga situasi yang kondusif. "Jangan melakukan tindakan yang mencederai proses demokrasi dengan cara yang tidak benar. Kita komitmen untuk mengawal dan menjaga proses pilkada dengan benar. Akan kami tegakkan aturan dengan tegas," katanya.

    ASEANTY PAHLEVI

    Berita Menarik:

    Diterima di UGM, Calon Dokter Usia 14 Tahun Minta Kado Aneh
    JK Damprat Rizal di Depan Presiden, Jokowi  Bela Siapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.