Bandung Canangkan Hari tanpa Nasi, Ini Alasan Ridwan Kamil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meluncurkan program kampanye sehari tanpa nasi (One Day No Rice) di SMP Negeri 13 Bandung, Jalan Mutiara, Kota Bandung, Kamis, 20 Agustus 2015. Setiap Senin, warga Kota Bandung diimbau tidak mengonsumsi nasi ataupun makanan lain yang terbuat dari beras.

    "Setelah soft campaign secara pelan-pelan, hari ini secara resmi kami meluncurkan One Day No Rice, yang dilaksanakan setiap hari Senin," kata Ridwan Kamil seusai peluncuran, Kamis, 20 Agustus 2015.

    Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Emil ini menambahkan, dipilihnya hari Senin sebagai hari tanpa nasi dimaksudkan untuk membiasakan pelajar beragama Islam berpuasa sunah.

    "Hari Senin dipilih karena mengombinasikan pendidikan karakter berbasis agama, yaitu kegiatan yang menguatkan keibadahan puasa Senin-Kamis. Mudah-mudahan dengan kombinasi ini ada perubahan positif," katanya.

    Selain itu, ucap Emil, dengan program ini masyarakat Kota Bandung diharapkan punya alternatif pangan. "Terutama untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat agar tidak terlalu bergantung pada ketersediaan beras."

    Baca:

    Diterima di UGM, Calon Dokter Usia 14 Tahun Minta Kado Aneh
    JK Damprat Rizal di Depan Presiden, Jokowi  Bela Siapa?

    Emil mengatakan krisis ketahanan pangan sekarang mulai terlihat pelan-pelan, seperti masalah sayur dan daging dan. "Kita tidak mungkin berpikir stabilitas bahan pangan ini akan selalu aman dalam jangka panjang," ucapnya.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bandung Elly Wasliah mengatakan konsumsi beras di Kota Bandung terbilang cukup tinggi, yakni mencapai 96 kilogram per kapita per tahun.

    "Masih terlalu tinggi dibanding Jepang dan Singapura. Seharusnya di kisaran 60 kilogram per kapita per tahun," tutur Elly.


    Baca Juga

    Ini Rahasia SPG Cantik di IIMS 2015: Biasa Kerja di Jalanan 
    Wah, Gitaris Ayu, 10 Tahun, Bikin Musisi Inggris Terpesona

    Sebagai pengganti beras, kata Elly, warga Kota Bandung bisa mengonsumsi nasi jagung atau rasi (beras singkong), yang saat ini sudah mulai dijual di pasar maupun swalayan dengan harga terjangkau.

    Satu kilogram Rasi bisa dibeli dengan harga Rp 5.000 per kilogram. Sedangkan nasi jagung Rp 14.000 per kilogram. "Olahannya sama dengan beras," kata Elly.

    PUTRA PRIMA PERDANA


    Berita Menarik:


    Diterima di UGM, Calon Dokter Usia 14 Tahun Minta Kado Aneh
    Tipu 35 Tenaga Honorer, Dokter Ini Divonis 3 Tahun Penjara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.