Permudah Kenali Koper, Calon Haji Pasang Boneka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang calon Haji kloter I asal Makassar memeriksa koper bawaanya saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    Seorang calon Haji kloter I asal Makassar memeriksa koper bawaanya saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Madiun - Sejumlah jemaah calon haji Kota Madiun, Jawa Timur, menandai tas koper yang hendak dibawa ke Tanah Suci dengan berbagai aksesori, seperti selendang, bola tenis, boneka, dan bunga plastik. Hal ini untuk memudahkan mengenali tas mereka saat berada di tempat penampungan atau Mekah nantinya. 

    "Inisiatif mereka sendiri meski nama dan foto mereka sudah dipasang di setiap koper," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Madiun Masrukin, Kamis, 20 Agustus 2015.

    Menurut dia, pemasangan tanda khusus pada koper menjadi kebiasaan sejumlah calon haji setiap hendak berangkat ke Mekah. Terutama bagi mereka yang telah berusia lanjut lantaran sulit membedakan tas koper yang memiliki warna dan model sama.

    Adapun jumlah tas koper milik calon haji dari Kota Madiun tahun ini sebanyak 133 buah. Tas itu dikirim ke Asrama Haji Surabaya pada Jumat pagi atau beberapa jam sebelum para jemaah diberangkatkan ke tempat penampungan yang sama. "Keesokan harinya (Sabtu, 22 Agustus 2015) para jamaah akan terbang ke Mekah," ujar Masrukin.

    Keberangkatan calon haji Kota Madiun ke Tanah Suci, ia melanjutkan, bersamaan dengan calon haji asal Kabupaten Ngawi dan Kota Surabaya yang tergabung dalam kelompok terbang 2 Embarkasi Surabaya. Dalam satu kloter tersebut, kata Masrukin, terdiri dari 444 calon haji.

    Disinggung tentang kondisi kesehatan 133 calon haji asal Kota Madiun, ia mengatakan masih memungkinkan untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci. Hal itu sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu.

    "Secara umum masih wajar meski ada sebagian kecil yang memiliki riwayat sakit jantung dan hipertensi," ujar Masrukin.

    Untuk menghindari penyakit yang diderita kambuh atau memburuk, para calon haji melakukan antisipasi dengan membawa obat sendiri. Darmini, 62 tahun, calon haji asal Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, mengatakan, sengaja membawa obat pegal linu di dalam tas kopernya.

    "Karena saya sering nyeri otot, mungkin karena faktor usia," ujar dia ditemui di kantor Kementerian Agama Kota Madiun.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.