Demi Efisiensi, Istana Lebur Sejumlah Lembaga Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kata sambutan, dalam acara sertijab Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Luhut menggantikan Menteri Tedjo yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Polhukam. Jakarta, 13 Agustus 2015. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kata sambutan, dalam acara sertijab Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Luhut menggantikan Menteri Tedjo yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Polhukam. Jakarta, 13 Agustus 2015. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden akan melebur beberapa lembaga negara dengan alasan efisiensi. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang masih merangkap sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Pandjaitan, mengatakan peleburan dilakukan pada lembaga yang berkinerja buruk.

    "Banyak itu lembaga-lembaga, ada seratus sekian. Mungkin ada yang mau dilebur, yang tidak jelas kerjanya. Sekarang sudah ada sepuluh yang dibubarkan," kata Luhut di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 20 Agustus 2015.

    Meski dilebur, Luhut menegaskan, fungsi lembaga itu tidak akan hilang. Menurut dia, fungsi lembaga yang dilebur bisa saja diberikan kepada lembaga lain agar tetap berjalan. "Fungsinya tidak dibubarkan, jangan salah. Fungsinya diberikan kepada siapa. Daripada berdiri sendiri, cost-nya tinggi, jadi dicantolkan ke lembaga atau kementerian," ucap Luhut.

    Luhut enggan merinci lembaga apa saja yang akan dilebur. Mengenai keberadaan Kantor Staf Presiden, Luhut menuturkan hingga kini KSP masih terus berfungsi. Ia juga membantah KSP nantinya akan bergabung dengan Sekretariat Kabinet.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.