Pedagang Ayam Ancam Mogok, Ridwan Kamil Curiga Ada Mafia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Balai Kota DKI Jakarta, 16 September 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Balai Kota DKI Jakarta, 16 September 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Bandung - Ancaman mogok jualan daging ayam yang dilontarkan kelompok pedagang pada Kamis, 20 Agustus 2015, ditanggapi serius oleh Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil segera melakukan koordinasi dengan Bulog pusat untuk mendapatkan sokongan bantuan berupa operasi pasar.

    Seperti diketahui, harga daging ayam potong di pasar-pasar tradisional di Kota Bandung mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dari biasanya Rp 36 ribu per kg.

    "Saya sedang berkoordinasi sama Bulog, karena izin operasi pasar harus dari Bulog pusat. Mudah-mudahan izin dari Bulog pusat turun. Kalau turun hari ini, kita bisa operasi pasar secepatnya," kata Ridwan Kamil alias Emil setelah meresmikan kantor Kecamatan Arcamanik di Jalan Cisaranten Kulon, Kota Bandung, Rabu, 19 Agustus 2015.

    Emil mengaku telah melakukan komunikasi dengan kelompok pedagang daging ayam. Alasan mogok, ucap dia, ternyata tidak jauh berbeda dengan alasan mogok jualan yang dilakukan kelompok pedagang daging sapi beberapa waktu lalu. "Alasannya, harga dari distributornya yang sudah tinggi duluan. Itu yang sedang saya selidik," ujarnya.

    Pria berkacamata tersebut curiga ada mafia di balik tingginya harga daging ayam belakangan ini. "Kalau tidak bisa dikontrol negara, si harga ini naik-turunnya kadang oleh kartel, distributor, atau importir. Itu yang bahaya. Mirip-mirip dengan sapi," tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan aksi mogok jualan yang akan dilakukan Persatuan Pedagang Tradisional (Pesat) Jawa Barat rencananya dimulai pukul 12.00 WIB besok.

    Meski demikian, sebelum aksi mogok jualan terjadi, ucap dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat dan perwakilan dari Pesat, agar aksi mogok tersebut dibatalkan.

    "Kalau sampai tidak berjualan, kasihan pedagang, pembeli, dan pemasok ayam. Bagaimanapun juga, roda perekonomian harus tetap berjalan," ujarnya.

    Lebih lanjut, Elly menuturkan operasi pasar merupakan jalan terakhir jika aksi mogok tetap berjalan. Namun, sekuat tenaga, Pemkot Bandung akan mengusahakan 432 pedagang daging ayam se-Kota Bandung yang terdaftar tetap berjualan seperti biasa.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.