Ditantang Debat Terbuka, Wapres JK Akan Panggil Rizal Ramli

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di dampingi Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi menghadiri acara pembukaan Kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di dampingi Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi menghadiri acara pembukaan Kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan akan memanggil Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli lantaran mengajak atasannya berdebat. Panggilan itu, kata Jusuf Kalla, untuk menegur keras Rizal.

    "Ha-ha-ha. Masak Wapres debat dengan Menko-nya, tinggal panggil saja dan jelaskan," kata Kalla di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Agustus 2015.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla diskusi di depan publik. Diskusi yang dimaksud Rizal tentang adanya kekeliruan dalam membangun megaproyek pembangkit tenaga listrik 35 ribu megawatt. "Kalau mau paham, saya mau Pak JK ketemu saya," ujar Rizal di Istana Negara, Selasa kemarin. "Kami diskusi di depan publik."

    Rizal geram lantaran dianggap Kalla tidak mengerti duduk persoalan pembangunan megaproyek pembangkit tenaga listrik 35 ribu megawatt. Sebelumnya, Rizal juga mengkritik rencana pemerintah yang ingin membangun pabrik setrum sebesar 35 ribu megawatt. Rizal menganggap masih terdapat kekeliruan dalam pembangunan proyek itu dan harus dikaji secara mendalam.

    Jusuf Kalla mengatakan akan membicarakannya dengan Presiden Joko Widodo untuk menegur Rizal dalam waktu dekat. Menurut dia, kelakuan Rizal sudah di luar batas dengan mengomentari kebijakan pemerintah. Padahal tujuan reshuffle untuk membuat situasi pemerintahan menjadi stabil. "Bagaimana berperilaku yang baik dan bagaimana mempunyai pikiran yang baik," tuturnya.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.