25 Anak NTT Tewas karena Gizi Buruk, Ini Penjelasan Gubernur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Frans Lebu Raya. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana

    Frans Lebu Raya. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan, sepanjang 2012-2015, ada 25 anak di NTT yang meninggal karena menderita gizi buruk. Namun, menurut dia, angka gizi buruk dan gizi kurang terus menurun dari tahun ke tahun.

    "Kasus gizi buruk dan gizi kurang masih terjadi secara parsial di daerah ini," kata Gubernur Frans kepada wartawan di Kupang, Rabu, 19 Agustus 2015.

    Menurut dia, pada 2012, terjadi 3.688 kasus gizi buruk, 24.382 kasus gizi kurang, dan 8 kasus yang meninggal. Pada 2014, terjadi 3.364 kasus gizi buruk, 23.963 kasus gizi kurang, dan 6 kasus yang meninggal. Pada 2015, sampai periode Mei 2015, terjadi 1.928 kasus gizi buruk dan 21.134 kasus gizi kurang. "Meninggal dunia sebanyak 11 kasus," katanya.

    Untuk kasus kematian ibu dan bayi, Gubernur mengklaim mengalami perbaikan secara signifikan. Pada 2008, terjadi 330 kasus kematian ibu, pada 2014 sebanyak 158 kasus, dan pada 2015 hingga periode Juni 2015 terjadi 99 kasus.

    Adapun angka kematian bayi masih fluktuatif. Pada 2008, ada 1.274 kasus, sedangkan pada  2014 tercatat 1.280 kasus. Untuk periode Juni 2015, terjadi 731 kasus kematian bayi. "Kami telah keluarkan buku petunjuk teknis lompatan penurunan kematian bayi bagi tenaga kesehatan di lapangan," katanya.

    Dia berharap angka ini terus terkoreksi menurun seiring dengan berbagai intervensi untuk perbaikan upaya layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk Revolusi Kesehatan Ibu Anak (KIA). "Sedangkan usia harapan hidup masyarakat NTT, sesuai dengan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia, yakni umur 65,1 tahun," katanya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.