Ketua DPR Minta Rizal Ramli Menahan Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizal Ramli. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Rizal Ramli. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menahan diri untuk tidak mengomentari hal di luar bidangnya. Menurut dia, adanya komentar malah akan membuat situasi semakin gaduh dan mengganggu koordinasi kabinet.

    "Karena itu, diperlukan adanya kebersamaan di antara kabinet. Tentu kami mohon pengertian-pengertian kepada menteri yang baru agar menahan diri dan bisa melakukan kerja sama yang baik," kata Setya di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Agustus 2015. "Apalagi sebagai menteri koordinator, tentunya akan memberikan kontribusi besar dan bekerja sama dengan menteri-menterinya."

    Setya meminta Rizal fokus dengan program di kementeriannya. Dia juga meminta Rizal tidak mengomentari hal di luar bidangnya. Musababnya, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah komitmen dan hasil pencapaian kinerja para menteri. Bukan justru malah komentar silang pendapat antar kementerian.

    "Justru kami harapkan menko yang baru itu segera mengadakan koordinasi mengerjakan program dan berkomunikasi serta evaluasi dengan menteri terdahulu. Sebab, ada beberapa program yang sudah jalan," ujarnya.

    Menurut dia, saat ini hubungan pemerintah dan DPR sudah baik. Setya berharap jangan sampai di dalam Kabinet Kerja malah terjadi perpecahan.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla berdiskusi di depan publik. Diskusi yang dimaksud Rizal adalah tentang adanya kekeliruan dalam pembangunan megaproyek pembangkit tenaga listrik 35 ribu megawatt.

    "Kalau mau paham, saya mau Pak JK ketemu saya," kata Rizal di Istana Negara, Selasa, 18 Agustus kemarin. "Kami diskusi di depan publik."

    Rizal geram lantaran dianggap Kalla tidak mengerti duduk persoalan pembangunan megaproyek pembangkit tenaga listrik 35 ribu megawatt. Sebelumnya, Rizal juga mengkritisi rencana pemerintah yang ingin membangun pabrik setrum sebesar 35 ribu megawatt. Rizal menganggap pembangunan proyek itu keliru dan harus dikaji secara mendalam.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.