Air Nav: Pilot Trigana Air Terbang Dua Kali Hari Itu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trigana Air. AP

    Trigana Air. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Operasi Air Nav Indonesia Wisnu Darjono mengatakan pilot Trigana Air yang jatuh di lereng perbukitan Oksibil, Papua, Captain Hasanudin, sudah dua kali menerbangkan pesawat dengan rute yang sama pada hari insiden tersebut.

    "Pada pagi harinya, Captain Hasanudin membawa pesawat dari Oksibil ke Sentani dengan lancar," kata dia saat dihubungi Tempo, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Selain itu, Wisnu juga mengetahui latar belakang pilot yang sudah puluhan tahun bekerja dan menerbangkan pesawat di wilayah Papua. Karena itu, dia heran dengan jatuhnya pesawat pada Minggu, 16 Agustus 2015. "Pilot sudah berpengalaman, cuaca juga bagus, ini masih misteri," kata dia.

    Sebelumnya, Wisnu mengatakan soal dugaan pesawat yang jatuh menabrak perbukitan pada ketinggian 8.800 kaki. Ada dua kemungkinan, yaitu pesawat langsung menabrak gunung dan pesawat menghindari gunung, tetapi gagal. "Biarlah itu menjadi porsi KNKT untuk menyelidikinya," kata dia.

    Pesawat Trigana Air IL-257 rute Jayapura-Oksibil dengan nomor registrasi PK-YRN dan nomor penerbangan IL-257 lepas landas dari Bandara Sentani, Jayapura, pukul 14.22 WIT, Minggu, 16 Agustus 2015 dan diperkirakan tiba di Oksibil pada pukul 15.04 waktu setempat.

    Pesawat Trigana Air PK-YRN kontak terakhir dengan Menara Oksibil pada pukul 14.55 WIT. Pada pukul 15.00 LT Menara Bandara Oksibil kontak dengan pesawat, tapi tidak ada jawaban. Pesawat Trigana Air IL-257 yang mengalami hilang kontak membawa 49 orang penumpang, terdiri atas 44 orang dewasa, tiga orang anak-anak, dan dua orang bayi.

    Terdapat lima orang kru dalam pesawat Trigana Air IL-257, yaitu kapten pilot Hasanudin, flight officer Ariadin F, pramugari Ika N dan Dita A, serta teknisi Mario.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA| MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.