Ini Bonus bagi Anggota TNI Penjaga Perbatasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara berjaga dan memeriksa pelintas batas di perbatasan Indonesia - Papua Nugini, 26 Juli 2015. Sebuah alat pemantau baru yang dapat berputar 360 derajat, telah terpasang beberapa minggu sebelum Lebaran. TEMPO/Maria Rita Hasugian

    Tentara berjaga dan memeriksa pelintas batas di perbatasan Indonesia - Papua Nugini, 26 Juli 2015. Sebuah alat pemantau baru yang dapat berputar 360 derajat, telah terpasang beberapa minggu sebelum Lebaran. TEMPO/Maria Rita Hasugian

    TEMPO.CO, Tarakan - Pemerintah berencana memberikan insentif kepada prajurit TNI untuk membangun perbatasan. Selama ini banyak program pembangunan yang mangkrak karena mesti mendatangkan pekerja dari Pulau Jawa.

    "Jadi TNI sekalian berjaga di perbatasan, sekalian ikut buka jalan," ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Tarakan, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Tjahjo mengatakan, selain mendapatkan bonus, para prajurit akan diberi lahan untuk mereka garap ketika sudah pensiun. Tujuannya, agar kehadiran para anggota TNI bisa menstimulus kehidupan di daerah-daerah perbatasan. Selama ini pembangunan di daerah perbatasan memang kerap dilupakan. 

    Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan Triyono Budi Sasongko mengatakan pelibatan TNI dalam pembangunan sudah dilakukan pada pembangunan jalan di Kalimantan Utara. "Jadi TNI yang buka jalannya karena medannya memang sulit, kemudian nanti PU (Dinas Pekerjaan Umum) yang mengaspal," katanya. 

    Pemerintah akan menggelontorkan dana Rp 16 triliun pada 2016 untuk membangun perbatasan. Pembangunan perbatasan merupakan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo yang tercantum dalam Nawacita. Terdapat 187 daerah perbatasan yang menjadi lokasi prioritas pembangunan. Menurut Triyono, pembangunannya akan dilakukan secara bertahap. Tiap tahun, 50 daerah dijadikan prioritas. "Targetnya, dalam tiga tahun sudah selesai," ucapnya.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.