Bom Bangkok, WNI di Thailand Diminta Waspada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kerabat turis asal Cina yang tewas akibat bom setelah terindetifikasi di Institute of Forensic Medicine, Bangkok, 18 Agustus 2015. Peristiwa pemboman menewaskan 22 orang dan ratusan luka-luka. PORNCHAI KITTIWONGSAKUL/AFP/Getty Images

    Sejumlah kerabat turis asal Cina yang tewas akibat bom setelah terindetifikasi di Institute of Forensic Medicine, Bangkok, 18 Agustus 2015. Peristiwa pemboman menewaskan 22 orang dan ratusan luka-luka. PORNCHAI KITTIWONGSAKUL/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Kedutaan Besar Indonesia di Thailand sudah meminta warga negara Indonesia di sana tetap waspada. Imbauan ini disampaikan terkait dengan terjadinya ledakan bom yang menewaskan 19 orang di Bangkok.

    Berdasarkan data yang ia terima, dalam kejadian itu, sepasang WNI menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Hermawan Indradjaja dan istrinya, Lioe Lie Tjing. Hendrawan saat ini dirawat di Rumah Sakit Huai Chiew, Bangkok. Sedangkan istrinya tewas dan jenazahnya berada di rumah sakit polisi setempat. ''Satu orang luka-luka, semoga tak bertambah,'' kata Retno setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Retno mengatakan pihak KBRI di Thailand juga terus melakukan pencarian di 15 rumah sakit untuk mencari kemungkinan adanya tambahan korban. Dia mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada Jokowi. Bahkan setiap kali ada perkembangan terakhir terntang korban, dia menyampaikannya kepada Presiden.''Keluarganya juga sudah dihubungi,'' katanya. (Baca: Ledakan Bom Bangkok, 23 Negara Keluarkan Travel Advisory)

    Ledakan besar terjadi di Rachaprasong Intersection, Bangkok, pada pukul 18.55 waktu Bangkok, Senin, 17 Agustus 2015. Lokasi ledakan sangat dekat dengan Erawan Shrine, yang merupakan salah satu tujuan utama wisatawan domestik dan asing di Bangkok.

    Pemerintah Thailand hingga saat ini belum merilis secara resmi jumlah korban luka dan tewas. Namun, berdasarkan informasi sementara di media setempat, jumlah korban tewas mencapai 19 orang dan korban luka 111 orang, yang tersebar di 17 rumah sakit. Sebagian besar korban adalah warga Thailand, Cina, dan Taiwan.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.