Karnaval Khatulistiwa, Jokowi Akan Berpakaian Adat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan tiba di Bandara Sentani, dan disambut tarian adat Papua, dalam kunjungannya menghadiri Natal Nasional 2014 di Kota Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan tiba di Bandara Sentani, dan disambut tarian adat Papua, dalam kunjungannya menghadiri Natal Nasional 2014 di Kota Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO.CO, Jakarta - Puncak peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-70 akan berlangsung di Pontianak, Sabtu, 22 Agustus 2015, dalam acara Karnaval Khatulistiwa. Seperti siaran pers yang diterima Tempo, Selasa, 18 Agustus 2015, Presiden Joko Widodo dan para menteri akan ikut dalam karnaval tersebut dengan pakaian adat.

    Kirab ini menampilkan kekayaan budaya Indonesia sebagai negara kepulauan dan maritim. Ketua panitia Karnaval Khatulistiwa, Jay Wijayanto, mengatakan acara akan dimulai pada siang hari, diawali dengan karnaval darat dari rumah bentang (rumah adat Kalimantan Barat) menuju Alun-alun Kapuas dengan jarak tempuh kurang-lebih 5 kilometer. Karnaval darat ini menampilkan arak-arakan kendaraan hias dan pejalan kaki yang menggunakan kostum adat Dayak dan Melayu.

    Karnaval juga melibatkan sekitar 500 penari Dayak dan 50 kelompok seni Kalimantan Barat. “Ada 15 provinsi yang akan berpartisipasi menampilkan kekhasan budaya masing-masing,” ujar Jay.

    Setelah karnaval darat, kegiatan dilanjutkan dengan karnaval air menyusuri Sungai Kapuas Besar dan Kapuas Kecil menggunakan 1.500 sampan atau perahu tradisional dari 18 provinsi. Konvoi perahu hias akan dilepas oleh Presiden Joko Widodo dengan menyalakan meriam karbit dari anjungan di depan Masjid Sultan Abdurrahman, Pontianak, masjid bersejarah yang dibangun pada 1771. Rencananya, ada 70 ledakan meriam karbit sebagai penanda dimulainya karnaval.

    “Tahun ini kegiatan diselenggarakan di Pontianak untuk menunjukkan Indonesia sebagai bangsa maritim, karena Pontianak merupakan daerah perbatasan yang memiliki banyak sungai yang bermuara ke laut,” kata Jay.

    Karnaval Khatulistiwa di Pontianak merupakan perhelatan yang diinisiasi pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dan Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka (G70) yang bekerja berlandaskan surat tugas dari Menteri Sekretaris Negara.

    REZA M.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.