Ridwan Kamil Bagikan Kacamata Gratis untuk Ribuan Siswa SD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi mantan atlet nasional Amin Ikhsan yang bertahan di dalam gubug darurat di Jalan Kerawang, Bandung, 14 Agustus 2015. Istimewa

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi mantan atlet nasional Amin Ikhsan yang bertahan di dalam gubug darurat di Jalan Kerawang, Bandung, 14 Agustus 2015. Istimewa

    TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) membagikan 1.400 kacamata secara gratis kepada siswa sekolah dasar yang mempunyai masalah penglihatan di SD Negeri Sukapura, Cilengkrang 2, Kota Bandung, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, bantuan kacamata tersebut bertujuan mengurangi problem penglihatan anak-anak pada usia muda, sehingga tingkat daya serap belajar mereka bisa lebih optimal.

    “Kenapa anak SD, karena disinyalir pada usia muda anak-anak yang punya problem penglihatan harus dibantu. Kadang-kadang mereka tidak paham bahwa mereka punya problem,” kata Ridwan Kamil kepada wartawan setelah memberikan kacamata gratis.

    Emil--sapaan Ridwan Kamil--berujar, rencananya, setelah dari SDN Sukapura, pembagian kacamata gratis akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah dasar lain di Kota Bandung. ”Setelah di SDN Sukapura, kita akan keliling ke SD lain, dan mudah-mudahan bisa dirutinkan sebagai bagian dari kolaborasi pengusaha optik dan Pemkot Bandung,” ucapnya.

    Adapun Ketua Gapopin Satiawan Pratadaja menuturkan acara pembagian kacamata ini merupakan ajang bakti sosial oleh Gapopin yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kota Bandung.

    “Acara seperti ini sering dilakukan, tapi kali ini dipilih Kota Bandung dan bertepatan dengan 70 tahun kemerdekaan Indonesia,” katanya kepada Tempo.

    Menurut Satiwan, bakti sosial sengaja menyasar siswa SD karena mereka ingin membantu anak-anak dari hal yang sederhana dan mendasar. “Ke depan, kita harus mendeteksi lebih dini untuk mengetahui apakah siswa atau siswi itu memerlukan bantuan kacamata untuk melihat atau tidak,” ujarnya.

    ADI PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.