Aher Perpanjang Penugasan Pelaksana Sekda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyampaikan khutbah usai salat Istisqo di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 14 Agustus 2015. Salat meminta hujan ini diikuti sebagian staf pemerintahan provinsi dan warga masyarakat umum. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyampaikan khutbah usai salat Istisqo di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 14 Agustus 2015. Salat meminta hujan ini diikuti sebagian staf pemerintahan provinsi dan warga masyarakat umum. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memperpanjang penugasan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Iwa Karniwa. “Kalau tidak diperpanjang, anggaran tidak jalan, APBD tidak cair-cair. Bahaya,” kata dia di Bandung, Senin, 17 Agustus 2015.

    Aher, sapaan Ahmad Heryawan, mengatakan perpanjangan masa tugas Plt Sekda itu hingga presiden menetapkan sekda definitif. Proses pemilihan sekda lewat proses lelang jabatan sudah menghasilkan tiga nama yang sudah dikirimkan pada presiden lewat Kementerian Dalam Negeri. “Sejak akhir Juli kami kirim ke Kemendagri,” kata dia.

    Menurut Aher, panitia seleksi proses lelang jabatan sekda sudah selesai dengan diserahkannya tiga calon. Tiga calon sekda itu adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Deny Juanda Puradimaja, Asisten Administrasi Iwa Karniwa, serta Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Anang Sudarna.

    Aher mengatakan tiga nama itu kemudian akan diseleksi lagi oleh tim penilai akhir yang dipimpin wakil presiden. Kemudian salah satunya dipilih oleh presiden menjadi Sekda Jawa Barat. “Mudah-mudahan segera ada keputusan dan segera dikirimkan ke Jawa Barat, maka akan segera kita lantik,” kata dia.

    Menurut Aher, ada dua kriteria ideal bagi sekda yang akan membantu dia menangani proses administrasi pemerintahan provinsi. “Giat bekerja dan gila kerja. Kira-kira itu kriterianya, tidak harus seluruhnya,” kata dia.

    Masa penugasan penunjukan Iwa sebagai pelaksana tugas sekda berakhir pada 24 Juli 2015 lalu. Khawatir proses penganggaran terganggu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kemudian meneken surat perpanjangan penugasan pelaksana tugas sekda tanggal 14 Agustus 2015. “Kita perpanjang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku sambil menunggu sekda definitif,” kata Aher.

    Panita seleksi lelang jabatan sekda mulai bertugas sejak Mei 2015. Lima anggotanya adalah Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Setiawan Wangsaatmadja, Sekjen Kementerian Dalam Negeri Yuswandi A Tumenggung, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedy S Priatna, serta mantan Menteri Bappenas Armida Alisjahbana.

    Setiawan mengatakan proses seleksi kemungkinan memakan waktu paling lama dua bulan, bergantung peminat. Proses pendaftaran yang memakan waktu 15 hari kerja akan diumumkan setelah panitia seleksi menyepakati penjadwalan dan rumusan syarat administrasi calon pendaftar. “Sementara kita menggunakan payung hukum Permen PAN RB Nomor 13/2014 tentang tata cara pengisian jabatan pimpinan tinggi,” kata dia.

    Sejumlah tahapan akan dilewati pendaftar calon Sekda Jawa Barat itu, yakni seleksi administrasi, penilaian kemampuan manajerial dan teknik, hingga wawancara. “Tiga nama akan diserahkan pada gubernur,” kata Setiawan, ketua panitia seleksi, 18 Mei 2015.

    Proses seleksi itu untuk memilih pengganti pejabat sekda sebelumnya, Wawan Ridwan, yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Sabtu, 21 Maret 2015. Wawan menjabat Sekda Jawa Barat sejak 2013. Saat ini Asisten Pemerintahan Jawa Barat Iwa Karniwa menduduki posisi Pelaksana Tugas Sekda Jawa Barat.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.