Rabu, 20 Juni 2018

Tim Evakuasi Telah Temukan 54 Penumpang dan Awak Trigana Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danrem 172/ PWY Kolonel Inf Sugiyono memegang puing pesawat Trigana Air IL 267 yang ditemukan warga di daerah Oksok, Kabupaten Oksibil, Papua. Pesawat Trigana Air hilang kontak sejak 16 Agustus 2015 kemarin. Istimewa

    Danrem 172/ PWY Kolonel Inf Sugiyono memegang puing pesawat Trigana Air IL 267 yang ditemukan warga di daerah Oksok, Kabupaten Oksibil, Papua. Pesawat Trigana Air hilang kontak sejak 16 Agustus 2015 kemarin. Istimewa

    TEMPO.CO, Jayapura - Tim evakuasi mengaku sudah menemukan seluruh penumpang dan awak Trigana Air yang berjumlah 54 orang. Trigana Air dengan nomor penerbangan 257 rute Jayapura-Oksibil jatuh di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

    Pesawat yang hilang kontak pada Minggu, 16 Agustus 2015 itu hancur karena menabrak tebing. "Informasi lanjutan pada pukul 12.30 waktu setempat (WIT), jumlah korban Trigana Air menjadi 54 orang," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J.A. Barata dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Dia mengatakan pada pukul 11.00 WIT dilaporkan terdapat 38 jenazah, yakni 37 dewasa dan satu anak. "Jenazah masih berada di lokasi dan belum bisa dievakuasi," ujarnya.

    Pesawat Trigana Air IL-257 rute Jayapura-Oksibil memiliki nomor registrasi PK-YRN dan nomor penerbangan IL-257. Pesawat take off dari Bandara Sentani, Jayapura. Berangkat pukul 14.22 LT (local time/waktu setempat) dan diperkirakan tiba di Oksibil pada pukul 15.04 LT.

    Pesawat Trigana Air PK-YRN kontak terakhir dengan Menara Oksibil pada pukul 14.55 LT.  Pada pukul 15.00 LT Menara Bandara Oksibil kontak dengan pesawat, tetapi tidak ada jawaban.

    Pesawat Trigana Air IL-257 yang mengalami hilang kontak membawa 49 orang penumpang terdiri atas 44 orang dewasa, tiga orang anak-anak, dan dua orang bayi. Terdapat lima orang kru dalam pesawat Trigana Air IL-257, yaitu pilot capt Hasanudin, flight officer Ariadin F, flight attendant Ika N dan Dita A, engineer Mario.

    PRAGA UTAMA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Libur Lebaran dengan Helikopter, Siapa Takut?

    Helikopter menjadi sarana transportasi yang efektif menghindari macet. Orang-orang berduit memilih menggunakannya, termasuk di libur Lebaran ini.