Trigana Air Jatuh, Dana Kemensos Rp 6,5 M Tetap Disalurkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerabat dari penumpang korban kecelakaan pesawat Trigana Air berkumpul untuk mencari informasi lebih lanjut di bandara Jayapura, Papua, 17 Agustus 2015. Pesawat dengan Trigana dengan nomor registrasi PK-YRN bernomor penerbangan IL-257 lepas landas dari Bandara Sentani pukul 14.22 WIT. Pesawat berpenumpang 54 orang tersebut dijadwalkan mendarat di Bandara Oksibil pukul 15.04 WIT. BIMA SAKTI/AFP/Getty Images

    Kerabat dari penumpang korban kecelakaan pesawat Trigana Air berkumpul untuk mencari informasi lebih lanjut di bandara Jayapura, Papua, 17 Agustus 2015. Pesawat dengan Trigana dengan nomor registrasi PK-YRN bernomor penerbangan IL-257 lepas landas dari Bandara Sentani pukul 14.22 WIT. Pesawat berpenumpang 54 orang tersebut dijadwalkan mendarat di Bandara Oksibil pukul 15.04 WIT. BIMA SAKTI/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Bandung - Sekretaris PT Pos Indonesia Amrizal mengatakan dana Rp 6,5 miliar yang dibawa tunai dalam pesawat Trigana Air yang jatuh di Papua merupakan dana bantuan Kementerian Sosial untuk Program Sosial Keluarga Sejahtera di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

    “Untuk penyaluran di Kabupaten Bintang kami harus membawanya dalam bentuk tunai mengingat masih terbatasnya akses ke bank,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa 18 Agustus 2015.

    PT Pos mengasuransikan uang yang dibawa tunai pegawainya dalam penerbangan pesawat Trigana Air itu dengan asuransi CIT atau Cash In Transit. “Apabila sudah terkonfirmasi bahwa dana PSKS turut hilang dalam musibah ini, maka pihak asuransi akan memberikan penggantian. Jadi untuk dana PSKS tidak ada masalah,” kata Amrizal.

    Amrizal mengatakan, PT Pos akan secepatnya membayarkan dana PSKS yang ditujukan untuk Rumah Tangga Sasaran di Kabupaten Pegungungan Bintang, Papua. Rencananya, dana PSKS untuk daerah itu akan dibayarkan selepas upacara Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 2015 lalu. “Secepatnya akan dikomunikasikan dengan pihak Pemda Kabupaten Pegunungan Bintang untuk penjadwalan ulang agar masyarakat dapat menerima haknya sesegera mungkin,” kata dia.

    Sebelumnya pesawat Trigana Air jenis ATR 42 PK YRN nomor penerbangan IL 267 jurusan Sentani–Oksibil hilang kontak pada Minggu 16 Agustus 2015. Puluhan penumpang yang ada dalam pesawat itu dinyatakan hilang, termasuk empat orang pegawai PT Pos yang membawa uang tunai Rp 6,5 miliar itu. Empat orang itu mendapat tugas menyalurkan dana PSKS di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

    Amrizal mengatakan, empat pegawai PT Pos seluruhnya pegawai perusahaan itu di Papua. “Empat orang pegawai Pos tengah melaksanakan perjalanan dinas menuju ke Kabupaten Pegunungan Bintang, menggunakan maskapai penerbangan Trigana Air yang diduga mengalami musibah,” kata Amrizal.

    Pelaksaan Tugas Direktur Utama PT Pos Indoensia Poernomo dijadwalkan mengunjungi Kantor Pos Jayapura hari ini, Selasa, 18 Agustus 2015. Poernoma berangkat dari Pulau Sebatik pagi ini. “Saat ini fokus kami adalah keselamatan karyawan dan sampai saat ini kami masih terus mengikuti perkembanganya,” kata Poernomo dalam keterangan tertulis itu selepas menghadiri upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di Sebatik, Kalimantan Utara.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.