Sultan Dukung Elanto: Jangan Merasa Nomor 1 di Jalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elanto Wijoyono memberhentikan laju konvoi motor gede (moge) di perempatan Condong Catur, Yogyakarta, 15 Agustus 2015. Diketahui, aksi menghadang moge ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Elanto. youtube.com

    Elanto Wijoyono memberhentikan laju konvoi motor gede (moge) di perempatan Condong Catur, Yogyakarta, 15 Agustus 2015. Diketahui, aksi menghadang moge ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Elanto. youtube.com

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Bawono X meminta sebuah kelompok tidak mengganggu pengguna jalan lain. "Jangan merasa nomor satu di jalan," ujar Sultan setelah menjadi inspektur upacara peringatan 70 kemerdekaan RI di Istana Gedung Agung, Senin, 17 Agustus 2015.

    Penyataan ini disampaikan Sultan saat ditanya tentang aksi Elanto Wijoyono, 32 tahun, yang menyetop konvoi sepeda motor gede (moge) dalam acara Jogja Bike Rendezvous di persimpangan Condong Catur pada Sabtu, 15 Agustus 2015. Elanto, jengah dengan kepolisian yang dinilai membiarkan aksi ugal-ugalan para pengendara moge selama ini. Tahun lalu, saat acara serupa digelar, Elanto juga melakukan aksi penghadangan.

    Sultan kemudian menawarkan solusi untuk memecah konvoi ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. "Jangan sampai pengguna jalan lain menunggu lama, karena mereka memiliki hak yang sama," ucapnya.

    Menurut Sultan, acara Jogja Bike Rendezvous merupakan agenda tahunan yang juga didukung pemerintah daerah agar bisa memberi dampak positif pada perekonomian Yogyakarta. Namun, ia memperingatkan, acara yang dinobatkan sebagai Honorary Ambassador of Tourism atau Duta Wisata untuk Yogyakarta itu bisa berdampak negatif ketika bergesekan dengan kepentingan masyarakat luas.

    Adapun Elanto berharap aksinya itu bisa mendorong publik agar sadar akan hak dan kewajibannya, terutama saat menggunakan fasilitas umum. Elanto menegaskan tak akan mengulangi perbuatannya itu untuk ketiga kali. "Masak, warga harus turun lagi? Itu kebangetan (aparatnya) kalau sampai harus terjadi lagi," tuturnya.

    "Pelayanan publik, khususnya di daerah, tidak boleh lagi memunculkan kesan ‘siapa yang bayar’, dan kepolisian masuk bagian birokrasi,” kata Elanto, yang rencananya kembali mendatangi Direktorat Lalu Lintas Polda DIY hari ini. "Kami akan minta lagi polisi di Yogya untuk kawal isu tentang ketertiban di jalan ini."

    Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Erwin Triwanto meminta kelompok pemilik moge tidak arogan di jalan. “Ini jadi pembelajaran, agar mereka tidak lagi arogan ," ucap Erwin.

    Namun ia menolak jika personel kepolisian yang bertugas di lapangan disebut tidak berdaya atas keberadaan kelompok pengendara moge tersebut. Ia justru menuturkan hal sebaliknya terkait dengan konvoi yang dilakukan dalam acara Jogja Bike Rendezvous 2015 pada akhir pekan lalu. “Itu merupakan diskresi petugas karena menjaga jangan sampai pengguna jalan lain tidak aman dan mengalami diskriminasi," ujar Erwin.

    PRIBADI WICAKSONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.