Tragedi Trigana: Kisah Mengharukan Korban Saat Kontak Ibunya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trigana Air. AP

    Trigana Air. AP

    TEMPO.CO, Muna -Sambungan telepon itu terhitung cukup panjang, hampir lima menit. La Ode Yusran berpamitan kepada ibunya yang berada di Desa Langkumapo, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, untuk terbang ke Oksibil di Pegunungan Bintang, Papua, pada Ahad lalu.

    Yusran, remaja 20 tahun itu, memang sudah setahun belakangan merantau ke Jayapura atau sejak dia menamatkan bangku SMA. Dia meminta doa dan restu dari sang ibu untuk memenuhi cita-citanya bergabung sebagai anggota TNI di tanah Papua.

    Seolah sudah memiliki firasat kurang baik, dalam percakapan itu, Yusran juga sempat mengutarakan kerinduannya setelah berpisah selama setahun. “Sebelum menutup percakapan itu, Yusran berkata akan kembali memberi kabar setibanya di Oksibil,” kata Abdul Ahaddin, anggota kerabat Yusran, mengungkapkan, 17 Agustus 2015.

    Namun, jauh melampaui waktu tempuh normal Jayapura-Oksibil yang selama 30 menit, Yusran tak kunjung menelepon lagi. Penantian hingga petang itu pecah menjadi tangisan ketika keluarga mendapat kabar bahwa pesawat Trigana Air dengan nomor penerbangan IL267 yang ditumpangi Yusran dan 53 orang lainnya itu ternyata tak pernah mendarat di Bandara Oksibil.

    Pesawat itu belakangan diketahui menabrak lereng bukit setinggi sekitar 3.000 meter dan berjarak 1-2 jam perjalanan darat dari Oksibil. “Ibunya masih syok, menangis terus, dan berkali-kali tak sadarkan diri,” Abdul Ahadin menuturkan.

    Total, ada empat korban jatuhnya pesawat Trigana Air itu yang merupakan warga Muna. Tiga berasal dari Desa Langkumapo dan seorang perempuan warga Kelurahan Tampo. “Tiga yang warga Langkumapo seluruhnya masih terhitung kerabat saya," ujar Abdul Ahaddin, yang juga kepala desa itu.

    Selain Yusran, dua orang lainnya adalah La Boni, 23 tahun, yang melanjutkan kuliah di Papua, dan Musran, yang disebutkan bekerja sebagai tukang ojek di Oksibil. Seorang lagi, warga Kelurahan Tampo, adalah Wa Ode Suriana.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.