Cerita Kader Gerindra Ikut Diklat di 'Barak': Seperti di Sauna...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan legislator dari Partai Gerindra yang mengikuti pendidikan dan latihan di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat berjalan dari tenda menuju lapangan upacara. Kegiatan pendidikan ditutup dengan Peringatan HUT RI ke-70 yang dipimpin Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. TEMPO/Ariehta U. Surbakti

    Rombongan legislator dari Partai Gerindra yang mengikuti pendidikan dan latihan di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat berjalan dari tenda menuju lapangan upacara. Kegiatan pendidikan ditutup dengan Peringatan HUT RI ke-70 yang dipimpin Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. TEMPO/Ariehta U. Surbakti

    TEMPO.CO, Bogor - Puluhan tenda berkelir hijau tua terpasang rapih di bibir lapangan rumput Polo Nusantara Club, Bogor, Jawa Barat. Di dalamnya berderet kasur putih tipis yang di bawahnya dilapisi papan tripleks. Selama empat hari, sebanyak 2.220 kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) wajib tidur di barak tersebut.

    Kader yang tidur di barak bukan sembarang kader. Mereka semua adalah anggota legislatif yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi dan Dewan Perwakilan Daerah kota/kabupaten se-Indonesia. Tidak ada perlakuan istimewa bagi kader peserta pendidikan dan pelatihan partai yang dipimpin Prabowo Subianto ini.

    Anggota Komisi IV DPRD Propinsi Jawa Barat, Ricky Kurniawan menceritakan, semua kader berbaur dan tidur layaknya prajurit di barak yang sama. Namun, kata Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Jawa Barat ini, diklat ala partainya tidak militeristik walau sarana yang digunakan seperti tentara. Kegiatan lebih bersifat pembekalan wawasan bagi kader.

    Baca berita menarik:
    Wow! di Desa ini Tak Boleh Ada Pria Karena...
    Gara-gara Tato Tak Pantas Ini, Istri Usir Suaminya

    "Untuk para anggota Dewan diklatnya tidak seperti militer," kata Ricky di Bogor, Senin, 17 Agustus 2015. "Semua kader diperlakukan sama. Tidak ada yang diistimewakan."

    Para legislator yang terhormat itu tidur dalam tenda yang dihuni 12 sampai 16 orang. Tidak ada pemisahan anggota DPR dengan anggota DPRD Propinsi atau DPRD kota/kabupaten. Mereka berbaur dalam tenda yang sama. "Hasilnya kami semakin akrab dan bisa bertukar pikiran juga informasi."

    Banyak pengalaman baru yang didapat para anggota Dewan selama tidur di barak. Mereka ikut merasakan bagaimana merananya hidup para pengungsi atau korban bencana yang terpaksa tidur di tenda darurat. Untuk bisa mandi, para anggota dewan ini harus mengantri lama di kamar mandi portable yang di ada di Polo Club.

    Selanjutnya: Saya ngalamin...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.