'Ziarah Udin', Puisi Joko Pinurbo untuk Ia yang Dibunuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyair Joko Pinurbo membaca puisi di makam Udin di Trirenggo, Bantul. Joko Pinurbo membaca puisi dalam acara ziarah ke makam Udin, bagian dari peringatan 19 tahun meninggalnya Udin yang digagas Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta. TEMPO/ Shinta Maharani

    Penyair Joko Pinurbo membaca puisi di makam Udin di Trirenggo, Bantul. Joko Pinurbo membaca puisi dalam acara ziarah ke makam Udin, bagian dari peringatan 19 tahun meninggalnya Udin yang digagas Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta. TEMPO/ Shinta Maharani

    TEMPO.CO, Yogyakarta -  Penyair Joko Pinurbo membaca puisi untuk mengenang wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin di tempat pemakaman umum Trirenggo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin sore, 17 Agustus 2015. Jokpin, panggilan akrabnya menciptakan puisi, yang baru dia tulis sehari sebelum ziarah ke Makam Udin atau Ahad malam. Puisi itu diberi judul Ziarah Udin.

    Jokpin, panggilan akrabnya, secara khusus membuatnya untuk acara peringatan 19 tahun meninggalnya wartawan Udin. Acara ini digagas oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta. “Puisi ini khusus saya tulis dengan tangan. Selama ini hanya satu atau dua puisi yang ditulis dengan tangan,” kata Jokpin.

    Dia menyatakan Udin adalah jurnalis yang bekerja demi kemanusiaan, tak sekadar memenuhi tugas sebagai wartawan secara profesional. Udin bekerja dengan penuh rasa cinta terhadap profesinya. Berikut puisi karya Jokpin.

    Ziarah Udin

    Kemerdekaan itu, Udin, harta cinta
    Yang harus kautebus dengan kematiamu.
    Kemerdekaan itu rubrik rindu
    yang mewartakan kabar baik darimu.
    Kemerdekaan itu kami yang berdiri di sekelilingmu
    untuk memandang matamu yang bersih dan berani.

    Kematian tak memisahkan kau dengan kami,
    para pewarta yang menyalakan kata
    di lorong-lorong yang tak terjangkau cahaya.
    Kematianmu telah membuka pintu yang terkunci
    Oleh tirani, oleh gentar dan takut kami.

    Menulislah terus, Udin, menulislah
    Di kolom sunyi di relung hari dan hati kami.
    Menulislah di sela lelah dan gundah kami.

    Kematian tak memisahkan kau dengan kami
    sebab pada tinta yang melumuri tangan kami
    masih menyala merahmu, masih tercium darahmu.

    Puisi karya Jokpin akan dipamerkan oleh AJI Yogyakarta pada pameran seni “Tribute to Udin” tanggal 27-30 Agustus 2015 di Lembaga Indonesia Perancis. Pameran ini merupakan bagian dari peringatan 19 tahun meninggalnya Udin.

    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.