Pengungsi Syiah Sampang di Sidoarjo Krisis Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepoilisian menantau warga Syiah Sampang yang menaiki kereta kelinci menuju Tempat Pemungutan Suara, di tempat pengungsian di Rusun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo (09/7). Sebanyak 133 warga Syiah Sampang memberikan hak suaranya di TPS 1 desa Jemundo saat Pemilihan Presiden 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Petugas kepoilisian menantau warga Syiah Sampang yang menaiki kereta kelinci menuju Tempat Pemungutan Suara, di tempat pengungsian di Rusun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo (09/7). Sebanyak 133 warga Syiah Sampang memberikan hak suaranya di TPS 1 desa Jemundo saat Pemilihan Presiden 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO,Sidoarjo -Pengungsi Syiah Sampang yang tinggal di rumah susun Puspa Agro, Sidoarjo, Jawa Timur, sudah hampir empat hari ini mengalami krisis air. Hal itu terjadi lantaran satu dari dua pompa air yang biasa digunakan menyalurkan air ke lantai atas rumah susun rusak. "Sudah sejak Jumat kemarin air tidak ada," kata pemimpin pengungsi Syiah Sampang, Iklil Al Milal, Senin, 17 Agustus 2015.

    Akibat tidak berfungsinya salah satu pompa air itu, pengungsi yang berada di lantai atas harus ke bawah untuk mendapatkan air. Rumah susun terdiri dari lima lantai. Setiap lantai terdiri dari 16 kamar.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur yang mengurusi pengungsi, mengakui krisis air di pengungsian itu. "Sebetulnya yang rusak bukan mesinnya, tapi dudukannya mesin. Sudah diperbaiki, tinggal nunggu kering," kata pegawai BPBD Jawa Timur, Irfan Setyanudin.

    Irfan mengatakan sejak pompa air rusak pada Jumat kemarin pihaknya sudah mengganti dengan pompa air sementara. Namun, kata dia, pompa tersebut hanya bisa menyalurkan air di lantai bawah. "Sementara warga yang di atas ambil air dari bawah."

    Irfan mengatakan di pengungsian Syiah Sampang di rumah susun Puspa Agro ada sebanyak 320 pengungsi dari 74 kartu keluarga. Mereka berada di pengungsian sejak 20 Juni 2013. Sebelumnya mereka tinggal di Gedung Olah Raga Sampang selama sembilan bulan.

    Keberadaan pengungsi Syiah Sampang di Puspa Agro dipicu konflik antara warga Syiah dengan warga Sunni di Sampang pada Lebaran 2012. Saat itu, ratusan warga Sunni dari Sampang dan Pamekasan menyerang dan membakar puluhan rumah milik warga Blu'uran dan Nangkernang. Pembakaran itu menyebabkan satu warga Syiah meninggal.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?