Prabowo Pimpin Upacara Kemerdekaan di Lapangan Hambalang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres Prabowo Subianto (kanan) didampingi Cawapres Hatta Rajasa (kiri) dan sejumlah pimpinan Parpol koalisi merah putih  memeriksa pasukan saat upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Cibinong, Jabar, 17 Agustus 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Capres Prabowo Subianto (kanan) didampingi Cawapres Hatta Rajasa (kiri) dan sejumlah pimpinan Parpol koalisi merah putih memeriksa pasukan saat upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Cibinong, Jabar, 17 Agustus 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto beserta sejumlah pimpinan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) menggelar upacara bendera peringatan HUT ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara itu digelar di Lapangan NPC Polo Club, Desa Keranggan, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Senin, 17 Agustus 2015.

    Prabowo yang juga menjabat sebagai Ketua KMP bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung bertindak sebagai pembaca naskah Proklamasi. Sedangkan Presiden PKS Sohibul Iman membaca teks Pancasila dan Ketua Umum PPP Djan Farid sebagai pemimpin pembacaan doa.

    Sebagai inspektur upacara, Prabowo lantas memberikan sambutan dan arahan politiknya. Ia meminta semua anggota Dewan dari partai KMP di seluruh Indonesia tetap membela kepentingan rakyat, "Semua harus menunjukkan semangat Merah Putih. Jika bukan kita siapa lagi yang akan menghormati," kata dia.

    Prabowo meminta agar semua anggota Dewan dari KMP di seluruh Indonesia berani membela rakyat. "Para wakil rakyat harus membela kepentingan negara di atas segala kepentingan, bela semua agama, suku, dan golongan," kata dia.

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.