Peringatan HUT RI, Polisi: Solo Aman dari Teror  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengumpulkan barang bukti usai melakukan olah TKP di kediaman terduga teroris Harun yang juga difungsikan sebagai kios servis kompos gas di Jl Sumpah Pemuda Mojosongo Solo, Minggu (28/10). TEMPO/Andry Prasetyo

    Polisi mengumpulkan barang bukti usai melakukan olah TKP di kediaman terduga teroris Harun yang juga difungsikan sebagai kios servis kompos gas di Jl Sumpah Pemuda Mojosongo Solo, Minggu (28/10). TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi memastikan peringatan kemerdekaan RI di Kota Surakarta aman dari gangguan teror. Mereka telah menangkap tiga terduga teroris yang berencana melakukan aksi pada 17 Agustus ini.

    Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta Komisaris Besar Ahmad Luthfi menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir dalam menggelar acara selama hari kemerdekaan. "Polisi selalu melaksanakan tugasnya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," katanya, Senin, 17 Agustus 2015.

    Menurut Luthfi, pihaknya juga telah memperketat operasi di perbatasan. Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya kelompok tertentu yang berpotensi membuat keresahan. "Operasi di perbatasan daerah tetap kami tingkatkan," ucapnya.

    Meski demikian, pihaknya tidak ikut mengawasi kelompok-kelompok tertentu di Surakarta yang kemungkinan memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris. "Pengawasan itu sudah ranahnya Densus 88 Antiteror," ujarnya.

    Pekan lalu, polisi menangkap tiga warga Surakarta yang diduga bagian dari kelompok teroris. Mereka adalah Sugiyanto, Yuskarman, dan Ibad. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kelompok tersebut berencana melancarkan aksi pada peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus 2015.

    Dalam jumpa pers pada Jumat lalu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Noer Ali menyebut kelompok teroris itu telah menetapkan sejumlah target sasaran, yaitu kantor Kepolisian Sektor Pasar Kliwon serta tempat ibadah Nasrani dan Konghuchu.

    Kelompok tersebut menjalin komunikasi dan koordinasi dengan salah satu warga negara Indonesia yang saat ini berada di Suriah berinisial BN. Bahkan BN juga memberikan sejumlah dana untuk aksi tersebut.

    Dalam penggeledahan yang dilakukan di sejumlah titik, polisi menemukan sejumlah rangkaian bom serta atribut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Rangkaian bom yang dikembangkan oleh kelompok tersebut terbilang baru dan memiliki daya ledak yang lebih andal dan efisien.

    AHMAD RAFIQ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.