Faktor Cuaca Diduga Penyebab Trigana Air Tabrak Bukit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trigana-air.com

    Trigana-air.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pesawat Trigana Air jatuh setelah menabrak bukit. Menurut dia, pesawat menabrak bukit karena faktor cuaca yang buruk.

    “Kemungkinan besar menabrak bukit, karena memang daerahnya itu berbukit,” ucap Badrodin setelah mengikuti upacara perayaan HUT kemerdekaan RI ke-70 di Istana Merdeka, Senin, 17 Agustus 2015.

    Badrodin berujar, cuaca yang saat itu buruk membuat perbukitan tersebut tertutup awan atau kabut. “Kalau pukul 13.00 ke atas, cuacanya mudah berubah. Bisa saja bukitnya tertutup, jadi tertabrak juga,” ucapnya. Badrodin menuturkan pesawat menabrak bukit sebelum mendarat di bandara. Ia memperkirakan pesawat jatuh di lokasi 15-20 kilometer sebelum bandara.

    Badrodin menyatakan tim SAR sudah mulai melakukan evakuasi. Dia menegaskan, pihaknya juga akan mengirim tim pendukung, misalnya tim forensik, untuk membantu dalam identifikasi korban. Mengenai dugaan pembajakan pesawat karena ada penumpang yang membawa uang miliaran rupiah, Badrodin mengaku belum memiliki informasi mengenai hal tersebut. “Saya tidak mengerti soal itu,” katanya.

    Pesawat Trigana Air dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan rute Sentani-Oksibil, Papua, kemarin. Pesawat diketahui hilang pada pukul 14.55 WIT. Pesawat dijadwalkan tiba di Oksibil pukul 14.16 WIT.

    Puing pesawat akhirnya ditemukan terbakar di lereng bukit daerah Oksok, Kabupaten Oksibil, Papua, pukul 08.37 WIT. Posisi puing berada di kemiringan 45 derajat. Belum diketahui nasib 49 penumpang dan lima awak pesawat tersebut.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.