HUT RI Ke-70, Risma: Anak Berprestasi di Surabaya Naik Pesat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismasharini, Walikota Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    Tri Rismasharini, Walikota Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin langsung upacara hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 di halaman Balai Kota Surabaya, Senin, 17 Agustus 2015.

    Dalam sambutannya, Risma mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menyatukan tekad demi membangun Kota Surabaya lebih baik lagi ke depannya. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” kata Risma di hadapan ribuan peserta upacara.

    Saat ini, ucap dia, sudah saatnya menyingsingkan lengan baju dan memekik kata “Merdeka”, terutama dalam mengembangkan Kota Surabaya. Selain itu, ujar Risma, yang paling penting adalah mengembangkan sumber daya alam anak-anak Surabaya supaya menjadi pemenang di kotanya sendiri. “Untuk itu, pendidikan diharapkan menjadi jembatan emas dalam peningkatan kualitas dan daya saing bagi arek-arek Surabaya,” tuturnya.

    Menurut Risma, saat ini semua anak-anak Surabaya harus bisa bersekolah, karena Pemerintah Kota Surabaya telah membuka akses pendidikan bagi semua anak Surabaya untuk dapat menikmati pendidikan yang lebih baik secara gratis, dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas. “Hal ini menjadi tekad bulat kita bersama,” katanya.

    Pendidikan di Surabaya, ucap dia, kian memberikan ruang pengembangan multitalenta, sehingga tiap anak bisa berprestasi sesuai dengan bakat dan minatnya. Kondisi ini terbukti dengan meningkatnya jumlah anak sekolah berprestasi di Kota Surabaya. “Jumlahnya meningkat pesat. Jika tahun 2012 terdapat 1943 pelajar berprestasi, tahun ini terdapat 5.334 pelajar berprestasi, baik tingkat lokal maupun international,” ujar Risma.

    Kemajuan ini, tutur dia, tidak lepas dari beberapa terobosan dan program yang dilakukan Pemkot Surabaya, terutama dalam peningkatan kemampuan. Terobosan itu berupa kursus 12 bahasa, online marketing, konsultasi bisnis, koperasi, dan hak cipta yang digelar secara gratis di balai pemuda. “Belasan ribu warga telah memanfaatkan program yang didukung oleh semangat gotong-royong untuk Surabaya yang lebih baik.”

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.