HUT RI, Polri Antisipasi Serangan Teroris di Sejumlah Daerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian meninggalkan lokasi usai menggeledah warung ponsel milik terduga teroris di Sangkrah, Surakarta, Jawa Tengah, 13 Agustus 2015. Usai penangkapan kemarin, hari ini polisi mengumpulkan barang bukti di warung ponsel tersebut. TEMPO/Bram Selo Agung

    Petugas kepolisian meninggalkan lokasi usai menggeledah warung ponsel milik terduga teroris di Sangkrah, Surakarta, Jawa Tengah, 13 Agustus 2015. Usai penangkapan kemarin, hari ini polisi mengumpulkan barang bukti di warung ponsel tersebut. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Agus Rianto menyatakan situasi Indonesia dalam perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-70 aman terkendali. Menurut dia, tak ada gangguan serius di berbagai daerah hingga detik ini.

    "Sampai detik ini, saya belum terima laporan yang menonjol," ucapnya di kantornya, Senin, 17 Agustus 2015.

    Polri, ujar Agus, juga telah mengantisipasi keamanan dari serangan teroris di sejumlah daerah. Misalnya di Solo, yang sempat terjadi penangkapan tiga terduga teroris jaringan pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    "Kami melakukan pengamanan seperti itu secara rutin. Artinya, Polri tidak pernah berhenti bergerak supaya situasi tetap aman," tuturnya.

    Agus optimistis tak akan ada gangguan berarti pada hari perayaan kemerdekaan RI. Sebab, semua warga sedang bersukacita merayakan peringatan 17 Agustus. Mereka mengikuti upacara kemerdekaan, berbagai lomba, serta kegiatan positif lain.

    Selain pengamanan antisipasi teroris, kata Agus, Polri bersiaga dalam pengamanan lalu lintas. Sejumlah titik lalu lintas di Jakarta dialihkan untuk kepentingan perayaan kemerdekaan RI. Meski demikian, tak ada kemacetan yang tampak seperti yang terjadi pada hari Senin biasanya.

    DEWI SUCI RAHAYU



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.