Upacara HUT RI di Era Jokowi, 70 Persen Tamu Warga Biasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paskibraka Nasional 2015 mengikuti gladi bersih Peringatan Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2015 di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Agustus 2015. Gladi bersih ini dilakukan untuk memantapkan kesiapan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia. TEMPO/Subekti

    Paskibraka Nasional 2015 mengikuti gladi bersih Peringatan Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2015 di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Agustus 2015. Gladi bersih ini dilakukan untuk memantapkan kesiapan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo hari ini untuk pertama kalinya menjadi inspektur upacara dalam perayaan HUT RI ke-70. Dalam era Jokowi, tamu undangan ternyata didominasi oleh warga biasa, bukan pejabat negara.

    "Yang masuk prioritas adalah 70 persen masyarakat dan 30 persen pejabat," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Senin, 17 Agustus 2015.

    Sambil bercanda, Pratikno mengatakan karena mayoritas yang diundang adalah warga, maka akan banyak tamu undangan yang tidak mengenakan jas ke Istana. "Nanti akan banyak undangan yang tidak pakai jas. Banyak yang pakai batik karena memang tidak punya jas. Kalau disuruh pakai jas, tidak bisa ke sini nanti," kata Pratikno.

    Pratikno mengatakan warga yang diundang adalah warga yang tinggal di sekitar Istana, warga yang berasal dari kampung nelayan, petani, pedagang, dan warga yang tinggal di sejumlah panti sosial. Ia memperkirakan ribuan warga akan diundang dalam upacara kali ini.

    Warga sekitar Istana yang diundang antara lain warga dari Pasar Baru, Gambir, Tanah Abang, Rusun Muara Baru, Marunda, Kampung Deret Tanah Tinggi, Kampung Deret Petogogan, Kampung Deret Benhil, Paguyuban Pedagang Blok G Tanah Abang, Asosiasi Pedagang Kaki Lima, dan Asosiasi Pedagang Tradisional.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.