Trigana Tabrak Bukit dengan Kemiringan 45 Derajat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Trigana Air Service Jenis Twin Otter dengan nomor registrasi PK-YRF sebelum lepas landas dari Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua menuju Bandara Puncak Jaya, Papua, beberapa waktu lalu. ANTARA/Chanry Andrew Suripatty

    Pesawat Trigana Air Service Jenis Twin Otter dengan nomor registrasi PK-YRF sebelum lepas landas dari Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua menuju Bandara Puncak Jaya, Papua, beberapa waktu lalu. ANTARA/Chanry Andrew Suripatty

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Distrik Militer 1701 Jayapura, Letnan Kolonel Infanteri Muhammad Aidi memastikan bahwa tim SAR gabungan telah menemukan puing pesawat Trigana Air yang jatuh kemarin. Puing pesawat tersebut terbakar di lereng bukit dengan kemiringan 45 derajat.

    "Sudah dikonfirmasi, puing sudah ditemukan di perbukitan daerah Oksok, Kabupaten Oksibil, Papua," kata Aidi, saat dihubungi Tempo, Senin 17 Agustus 2015. Pesawat tersebut ditemukan pada pukul 08.37  WIT. "Koordinatnya, 04 derajat, 49 menit, 289 detik S, serta 140 derajat, 29 menit, 953 Bujur Timur."

    Penemuan tersebut, kata Aidi, diawali dengan proses pencarian melalui udara menggunakan dua pesawat Trigana. Kedua pesawat tersebut melihat kepulan asap di sebuah perbukitan. Setelah diidentifikasi, tim pencari kemudian terbang rendah untuk memastikan.

    Walaupun sudah memastikan puing Trigana tebakar, namun Aidi mengaku belum bisa memastikan kondisi para korban. "Ini baru akan kami terjunkan tim untuk ke sana."

    Pesawat dengan Trigana dengan nomor registrasi PK-YRN bernomor penerbangan IL-257 lepas landas dari Bandara Sentani pukul 14.22 WIT. Pesawat berpenumpang 54 orang tersebut dijadwalkan mendarat di Bandara Oksibil pukul 15.04 WIT.

    Pukul 14.55 WIT, pesawat masih mengontak Tower Oksibil. Namun, saat tower mengirimkan pesan pada pukul 15.00 WIT, sudah tak ada lagi balasan.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.