Santri Bangkalan Upacara Pakai Sarung dan Bakiak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memanfaatkan untuk berselfie ria, di antara rombongan pawai prosesi Labuhan Jaladri. Uniknya festival ini membuat sebagian wisatawan, mengambil gambar atau berfoto selama prosesi upacara. Bantul, Yogyakarta, 9 Juni 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

    Pengunjung memanfaatkan untuk berselfie ria, di antara rombongan pawai prosesi Labuhan Jaladri. Uniknya festival ini membuat sebagian wisatawan, mengambil gambar atau berfoto selama prosesi upacara. Bantul, Yogyakarta, 9 Juni 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

    TEMPO.CO, Bangkalan - Sebanyak 2.000 santri Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil, Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, menggelar upacara kemerdekaan, Senin, 17 Agustus 2015. Yang unik dari upacara ini, seluruh peserta dan pemimpin upacara memakai sarung dan sandal bakiak.

    Sarung yang dipakai pun seragam yakni berwarna hijau daun, atasan putih dipadu dengan songkok yang juga warna putih. Ribuan santri berbaris rapi dan dengan hidmat mengikuti upacara bendera di halaman pondok pesantren.

    Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil Bangkalan, KH Nasih Aschal mengatakan upacara kemerdekaan sarungan ini sengaja digelar untuk mengingatkan para pemimpin dan pejabat negara untuk hidup sederhana.

    Kata Nasih, tanpa jiwa sederhana, kepemimpinan hanya akan melahirkan praktek korupsi. "Kami prihatin, saat ini praktek korupsi menjadi hal yang biasa," katanya.

    Menurit Nasih, kemerdekaan indonesia diraih dengan jiwa sederhana para pejuang. Meski hanya bersenjata bambu runcing mereka tak gentar melawan penjajah belanda. "Kiai dan santri juga berperan penting dalam meraih kemerdekaan," kata dia.

    Saat ini, lanjut dia, pemerintah indonesia masih harus terus berjuang, membebaskan negeri dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme yang menyengsarakan masyarakat. "Indonesia belum merdeka dari korupsi," ujar dia.

    Setelah menggelar upacar kemerdekaan, para santri lalu menggelar acara tahlilan untuk mendoakan arwah para pejuang yang gugur di meda perang.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.