Pesepeda Yogya Hadang Konvoi Motor Gede, Apa Kata Polisi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erlanto Wijoyono.Facebook

    Erlanto Wijoyono.Facebook

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta membantah ada indikasi pembiaran pelanggaran lalu lintas yang dilakukan rombongan pengendara sepeda motor gede saat menggelar acara di Yogyakarta, Sabtu, 15 Agustus 2015, karena adanya tekanan atau instruksi dari Markas Besar Kepolisian RI.

    "Tidak ada itu (tekanan) dari pusat," ujar juru bicara Kepolisian DIY, Ajun Komisaris Besar Polisi Any Pudjiastuti, kepada Tempo, Ahad, 16 Agustus 2015. (Baca: Aksi Berani Pesepeda Yogya: Hadang Motor Gede, Tuding Polisi)

    Pada Sabtu sore, dua warga Yogya, Elanto Wijoyono, 32 tahun, dan Andika Faiizal Haqi, 19 tahun, nekat mencegat rombongan moge di simpang Condong Catur, Sleman. Mereka gerah karena rombongan ini seenaknya menerabas lampu merah dan membuat lalu lintas kisruh. Polisi yang berjaga di pos pun tampak tak berkutik dengan konvoi yang dikawal voorijder itu. Padahal di simpang itu juga tengah berlangsung pengerjaan galian kabel.

    Any menuturkan bahwa pengawalan terhadap rombongan pengendara moge yang tengah mengikuti acara Jogja Bike Rendezvous 2015 itu murni atas permintaan panitia. Tidak ada campur tangan dari Mabes Polri atau otoritas lebih di atasnya.

    "Pengawalan ini sesuai aturan tentang angkutan jalan agar kegiatan tak mengganggu pengguna jalan lain," kata Any. (Baca: Pesepeda Yogya Hadang Motor Gede, Aksinya Sudah Direncanakan)

    Any berkilah, dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang angkutan jalan disebutkan bahwa pengawalan oleh polisi bisa dilakukan atas permintaan masyarakat atau inisiatif dari kepolisian. Pengawalan yang dilakukan atas inisiatif polisi sendiri seperti jika ada acara pemakaman, pernikahan, dan seremoni masyarakat yang lain. "Jadi pengawalan konvoi rombongan moge ini bukan untuk diskriminasi," tutur Any.

    Polda DIY justru menyesalkan adanya aksi penghadangan oleh warga di simpang Condong Catur itu. "Itu membahayakan mereka sendiri, bisa tertabrak," ucap Any.

    Polda DIY pun menyatakan akan menindak siapa pun pelanggar lalu lintas. Termasuk para rombongan konvoi pengendara moge jika tak taat aturan. Any menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan pengecualian apa pun bagi pengguna jalan untuk tertib. "Pasti kami tindak, sekecil apa pun pelanggarannya," ujarnya. (Baca: Detik-detik Menegangkan Pesepeda Hadang Konvoi Motor Gede)

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.